Friday, October 7, 2011

Terbiasa


Bicaralah yang keras kepadaku, karena aku sudah terbiasa.
Menelan yang memekakkan telinga, menghirup yang perih, atau mengamini yang buruk-buruk.

Maka jangan kau pura-pura lembut. Berpura memahami.
Karena aku tahu kau itu sama saja.
Kau keras, kasar, pelengkap dari yang sudah-sudah.

Tak perlu kau meragu.
Kamu harus memilih, kau tahu?
Tak selamanya diam itu emas.

Kamu, cocok dengan mereka. Sama saja.
Tapi aku sudah terbiasa. Tenanglah.

Ragu-ragu Kembali Sekarang Juga..Komando!
(Arena Latihan Tempur Kopassus - Situ Lembang)
Wednesday, October 5, 2011

Asumsi


Entah palsu, atau kelabu.
Entah keliru, atau biru.
Entah rindu, atau sendu.

Sesaat melaju, lalu runtuh.
Atau hanya asumsi?


Dalam tahap ini Vidia,
kamu hanya bisa menganalisis melalui data yang kamu punya. 
Kamu tidak diharapkan berasumsi. 
Karena asumsi, tidak bisa dibuktikan. 
Hanya akan membuat kamu jatuh ketika dipertanyakan.
Tuesday, October 4, 2011

Kamu Datang


Kamu datang.
Tepat saat sang Dewa Air memanggil, serta Raja Hutan dan Neptunus bersiap2.
Kuletakkan jemarimu pada kening. Menyerap energi. Cukup, lebih dari cukup.
Semangat ya, aku tunggu di luar.

Hanya ada sejuknya air yang mengawali. Raja Hutan yang dengan ramah menceritakan lika-liku kehidupan. Juga sang Neptunus yang bergerak naik-turun memainkan melodi yang utuh. Dewa Air mengangguk-angguk.

Dan, kamu disitu. Bersama bola energi penyemangat disertai Nescafe Latte kesukaan. Untuk berbagi, untuk tersenyum, untuk tertawa bahwa kalian ada. Terimakasih. :)

Memeluk O. Bersama dua rekan Trio Kwek-kwek. Bersama si Mojang Sunda yang masih aja galau sama paras tampan meski sudah memiliki orang hebat. Bersama Mr. Sistematis Sempurna yang dengan teguh membatalkan fast track nya. Juga Sang Sarjana Science, kapten semanis madu yang selalu ada. Akhirnya..

Ada peluk. Ada sekantung manisan. Ada sekotak cinta. Ada serangkai cantik berpita merah. Ada berkaleng2 kesukaan. Ada coklat pakai gula bukan gula pakai coklat. Ada sekuntum merah. Juga ada cium dari Ibu Peri..
Tak lupa, kata-kata dari orang-orang tersayang dengan sejuta ucapan terimakasih pun tak mampu membalasnya..

Meski langsung melengos pergi, tapi kamu datang. Hehe.

Good Cadet..you've finished your duty on board..


♪ Boom, boom, boom
Even brighter than the moon, moon, moon
It's always been inside of you, you, you
And now it's time to let it through~ ♪
[Katy Perry : Fireworks]

Hello

Hari ini saya ujian. Jam 9. Pagi, titik.
Entah apa rasanya. Saya takut, dan ragu.
Bisa menghadapi Raja Hutan dan Neptunus.

Oh Tuhan, mudahkanlah.
Maaf bila kemarin saya kurang maksimal.
Saya kurang bersungguh-sungguh. Kurang bekerja keras.
Tapi, saya mohon. Berikanlah kekuatan agar saya mampu menunjukkan yang terbaik. Agar tidak menyerah.
Agar, apapun hasilnya.. Saya puas, dan tidak menyesal.
Karena itu yang saya punya, yang bisa saya usahakan.
Karena aku tahu Kau yang Maha Adil bagi segala umat.
Amin.

Vid! Kamu itu mau sidang. Kok malah melala?
Jangan lupa minta restu Ayah Ibu, kam.. Istirahat yg cukup (setelah bersiap2 tentunya..)
Hayo, yang kukenal itu tangguh. Pasti bisa melewatinya. Aku datang..
Berikan senyum terbaik. Good luck and success..
Aaaaa sini sini dipelukk.. Badai pasti berlalu dear.. Kamu itu salah satu orang hebat yang aku pernah kenal. Badai yg ini pasti bisa dilaluin. Bismillah aja, kasih senyum terbaik! Pasti bisaaaaa :*
Malam ini tidur yang cukup ya, peluk hangat selalu ({})
Teh, jangan ragu untuk menentang badai..
Semangat Tengil sayaaaaang, cepet tidur oi oi oi..
Iya sayang, Bapak&Ibu disini mendoakan agar diberikan kemudahan dan kelancaran. Sukses ya!

Kak, jangan lupa minum vitamin.
Kak, jangan kemaleman. Biar besok bisa fokus.

Bismillah,
dengan menyebut namaMu yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.. :)

Monday, October 3, 2011

Doa Nabi Musa A.S.


Terkisah permulaan tugas dan risalah nabi Musa as, dideklarasikan untuk pergi ke istana Fir’aun, memberikan peringatan dan mengajaknya menuju kepada Allah swt.
Pada saat itu ketika nabi Musa as mendapati tugas sebagai sebuah hal yang berat menghadap kepada Allah swt dan berdoa:

رَبِّ اشْرَحْ لِى‏ صَدْرِى‏ * وَيَسِّرْ لِى‏ أَمْرِى * وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسانِى * يَفْقَهُوا قَوْلِى * وَاجْعَلْ لِى‏ وَزِيراً مِنْ أَهْلِى * هرُونَ أَخِى * اُشْدُدْ بِهِ أَزْرِى * وَأَشْرِكْهُ فِى‏ أَمْرِى * كَىْ 
نُسَبِّحَكَ كَثِيراً  *وَنَذكُرَكَ كَثِيراً  * إِنَّكَ كُنْتَ بِنا بَصِيراً

“Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku, teguhkanlah dengan dia kekuatanku, dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku, supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau, dan banyak mengingat Engkau. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Melihat (keadaan) kami.”[ QS. Thaha [20]: 25 – 35.]
Allah swt memberikan jawaban: “Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa.”[ QS. Thaha [20]: 36.]
Setelah itu Allah swt mengajarkan metode menghadapi Fir’aun kepada nabi Musa dan nabi Harun sebagai berikut: “Pergilah kalian berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kalian berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.”[ QS. Thaha [20]: 43 – 44.]
Nabi Musa dan nabi Harun as mengatakan:

رَبَّنا إِنَّنا نَخافُ أَنْ يَفْرُطَ عَلَيْنا اَوْ أَنْ يَطْغى

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas.”[QS. Thaha [20]: 45.]
Allah swt memberikan jawaban: “Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat.”[QS. Thaha [20]: 46.]

Acak


Go to the people.
Live with them.
Learn from them.
Start with what they know; build with what they have.
But with the best of leaders, when the work is done, the task accomplished, 
the people will say, we have done this ourselves.

- Lao Tzu


Sunday, October 2, 2011

OH

Oh, tidak bisa?
Tunggu saja, saya akan tetap memintaaa~
Apapun hasilnya, at least i'm trying.. ;p

Hey oh, listen what I say, oh
I got your hey oh, listen what I say, oh 

The more I see, the less I know
The more I like to let it go 
Hey oh, whoa

[RHCP - Snow (Hey Oh)]

Saturday, October 1, 2011

Berjalan


Saya tidak takut,
untuk berjalan disaat orang-orang terdekat masih berkumpul bersama.
Atau disaat orang-orang sudah berlari lebih dahulu.

Saya hanya takut,
ketika saya tidak ada pada momen itu dan mereka tidak mengerti.
Bahwa saya harus tetap berjalan dan tidak bisa beriringan.
Untuk sekedar menyesap kopi ramai-ramai di sore yang basah,
atau berbicara hal2 tak penting namun meringankan beban hingga pagi buta.

Cobalah teman,
untuk mengerti apa yang tidak terucapkan.
Karena saya harus menganggap, realistis saja, saya HARUS.
Dan, maaf jika saya tidak bisa melakukan apa yang biasa orang lakukan.
Karena atas alasan itulah saya harus tetap berjalan mengejar, tidak ada waktu. Sungguh..

I won't run away no more
Source : http://atradomina1.deviantart.com

When people ask me why I run, 
I tell them, there's not really a reason, it's just the adrenalin when you start, 
and the feeling when you cross that finish line, 
and know that you are a winner no matter what place you got. 
[Courtney Parsons]
 

Blog Template by BloggerCandy.com