Thursday, August 30, 2012

Mattor Sakalangkong


... aku adalah laron yang rela menabrakan diri pada cahaya..
[Jendela untuk Bunga - Lily Yulianti Farid: Ayahmu Bulan, Engkau Matahari]

Naara akhirnya merasa bertemu jodoh. Di sebuah Pulau Biru, dalam suatu urutan peristiwa yang seperti disengaja. Begitu saja.

Ternama Leo. Menikah dua tahun lalu, dijodohkan. Telah memiliki satu anak perempuan berpipi tembem dan bermata bulat. Mencoba cinta karena terbiasa. Naara tidak percaya, sungguhan.

Ternama Leo. Diramalkan sukses dengan modal ijazah STM, memiliki gangguan akut pada lambung, dan beristri dua. Naara juga tidak percaya, apalagi ketika ditanya kesediaan untuk melengkapi kebenaran ramalan yang terakhir. Sungguhan. Naara hanya tertawa.

Karma. Naara percaya karma itu ada. Ada dengan bertemu Leo. Pada suatu malam hampir purnama yang tersaput kelabu. Indah bersandar di haluan wahana lautan.

Jodoh. Dan takdir. Naara sudah bertemu. Untuk berhenti di satu titik dalam perjalanan yang singkat. Cepat sekali. Mengalir begitu saja. Kliat, dan pasti. Dan cocok. Dan berhenti. Tuhan, inikah yang kau tuliskan untukku? Naara bernyanyi. Bernyanyi, karena yang dia percayai bahwa jodoh tidak pernah lari. Meski tidak semua orang ditakdirkan dengan jodoh, tapi, seperti kata seseorang yang dahulu pernah dipuja tapi meninggalkannya tanpa ampun.. mungkin nanti, di alam firdaus. Mereka akan berjumpa.

Maka terpujilah Allah Yang Maha Mengetahui dan Yang Maha Segalanya.
Untuk dipertemukan, dengan segala pertanda dan segala yang cocok.

Naara telah menemukan potongan puzzle yang hilang. Meski entah bagaimana selanjutnya. Kini Naara berhenti mencari, dan hatinya telah mati. Untuk Leo.


Pasuruan, di tengah lautan yang bijaksana

♪ And the thing that gets to me
Is you'll never really see
And the thing that freaks me out
Is I'll always be in doubt
It is a lovely thing that we have
It is a lovely thing that we
It is a lovely thing, the animal
The animal instinct ♪

[The Cranberries: Animal Instinct]

Thursday, August 23, 2012

You're on Duty


I think she's right. God damn it! I am a Summer.


Menonton film itu lagi di sela shift 18.00-06.00 kembali membuat saya deja vu. Akan wajah-wajah yang pernah mengisi, lalu kembali. Meminjam istilah teman brengsek saya yang waktu itu meng-hack account semena-mena, tiba-tiba saya galau tingkat menteri.

Kalau dipikir kayak pernah ya?

Ahaha iya pernah, dan dibalas berkali lipat sama si Tom yang ternyata juga Summer (dalam definisi berbeda, katanya). Berarti, jika kali ini terjadi dengan tingkat yang lebih tinggi, kali lipatnya akan jauh lebih tinggi lagi.

Amit-amit. Lebih baik saya berhenti. Dan kembali bekerja.

Tuesday, July 31, 2012

Amin



Aku pelaut yang mencari daratan yang tak pernah tenggelam.
Yang bisa memaksaku pulang. Dimana aku mampu melabuhkan jangkar hingga berkarat.
Karena aku tak mau berlayar lagi. Aku telah pulang..

Kakak lelaki hitam manis tapi menyebalkan saya itu sedang jatuh cinta. Terkikik sendiri, sesekali mendengar kiriman rekaman suara. Tersenyum lagi.. Lalu saya tertawa. Usil.

"Naon sih critz, maneh liat urang pacaran. Mupeng yaks?" |
"Hih. Bodor. Hahaha." |
"Bodor kunaon? Namanya juga pacaran. Naon bodorna. Bodor tapi hayang nya?" |
"Azzzz, mengalihkan. Jadi, pacarnya ada berapa? :p" |
"Ada 1. Maneh mau jadi ke dua? :D" |
"Bah. Cape hati sigana mah." |
"Hahahahha. Emang mau jadi ke berapa?" |
"PUH." |
"Wekekeke, awa doain..ketemu co yang bisa manjain maneh ya critz." |

Dan saya mendelik. Merah padam.

"Amin gak?"
"Amin?"
"Amin dulu atuh.."
"Amin ya? Ya? Ya?"

Sungguh ya. Dia memang paling pintar membalikkan keadaan. Sosok cerdas yang berani.

"Ah. Urang paling benci dibaca orang lain," akhirnya saya bicara setelah kopi hitam kapal api habis.
Dan dia tersenyum, jahil. "Itu kenapa maneh selalu tidak mendapatkan apa yang maneh inginkan crit.."

Sialan. Lalu dia mengacak-ngacak rambut saya yang tipis. Merenung memandang perairan teluk yang tenang. "Crit, semua cowok yang punya adik cewek pasti mengerti, kalau kalian itu pada dasarnya manja. Urang yakin maneh juga, cuma karena keadaan jadi gakbisa. Tapi suatu saat, pasti maneh ketemu orang yang tepat. Ya? Amin?!!!"

Muka saya tertekuk, dan merah. Saya mengangguk, memainkan tiewrap dalam sunyi. Dia tersenyum jahil, lagi. Senyum yang membuat tonjolan pada bagian pipi bawah. Yang selalu saya olok-olok ketika mengejek muka saya yang katanya seperti terbuat dari pipi semua.

"Nah gitu dong. Tenang aja, pasti ketemu.." Dan dia melengos pergi, membiarkan saya melamun.

Saturday, July 28, 2012

Bocah


Pada suatu hari, kala bangun sangat siang dan tidak berenergi, dalam langkah gontai dan sering menguap.

"Kunaon sih?" *tepuk2 kepala
"Crit, kagak bawa dongle lu? Terus prosesing ntar gimana? Elu nih, lu nih.." *berkali2 toyor pipi
"Lesu banget toh Vid? Ngopi sonoh" *dengan polos nyetanin batal puasa
"Ih, ntong ngegelan kuku?!" *melepas paksa jemari dari zona nyaman

Rasanya, saya mulai mengerti posisi dianggap masih terlalu muda lalu dimudakan. Annoying, tapi at all menyenangkan. Yah, semoga tidak merubah sikap saya menjadi sok childish atau bermanjaria. :p

Dan, saya menikmati setiap senyum kalian semua. Sungguh. :)



Published with Blogger-droid v2.0.6
Friday, July 27, 2012

Random Acces Memory


SV. MGS Geosurvey: Teluk Banten

Pernah menemukan adegan dalam film action ketika si jagoan terbirit menghindari tembok yang maju menghimpit dirinya? Berlari sedikit lamban saja, dia menjadi papan, dan film tamat. Saya merasa berada pada posisi itu, tapi bedanya.. saya bukan jagoan. Saya hanya anak kecil yang baru belajar berlari tapi sudah harus mengejar naga yang melesat cepat. Dan hebatnya, saya benar-benar berusaha untuk berlari. Tumben.


Sejak kecil, sekali lagi, saya dapat dikatakan orang yang beruntung. Hidup saya seimbang. Bermain jalan, nakal jalan, akademik pun jalan. Tanpa perlu mendekam di kamar sehari semalam suntuk dengan buku, meski dengan nilai seadanya, alhamdulillah, saya selalu diberi kemudahan Yang Maha Penyayang. Maka bayangkanlah di titik ini, saya merasa tiada apa-apanya. Bahwa keberuntungan itu misteri. Keajaiban. Kali ini saya harus berusaha.

Berusaha mengakali RAM otak yang sedikit, yang tidak bisa di-upgrade begitu saja di Bandung Electronic Centre dengan mudah. Kali ini, (iya saya tidak pernah seniat itu), saya harus belajar, berlatih, belajar, berlatih, ditoyor, di-bully. Untuk bermimpi. Untuk meraih impian.

Saya, si anak muda yang tak tahu diuntung dengan keberuntungannya. Kali ini dipaksa untuk benar mengusik dunia. Membuat datar Bumi yang bulat. Bahwa kata menyerah itu pantang, benar? ;)


"Gimana, Kak? Capek ya?
Kerja itu memang capek, Kak.. Tapi dinikmati aja.
Karena, banyak hal yang bisa kita raih dengan bekerja."

Wednesday, July 18, 2012

Shocked


Terkadang, memang lebih baik tidak tahu daripada tahu. Lebih baik bersikap tak acuh karena hanya melintas tak berbukti daripada diceritakan. Lebih baik tidak bertanya mengenai hal-hal sensitif daripada menggantung dalam sentimentil tinggi lalu membayangkan bagaimana rasanya jika saya adalah orangnya.

Terkadang, akan lebih mudah apabila cukup berpikir positif akan apa yang diperlihatkan. Daripada salah tingkah untuk menyapa atau berpura lupa ingatan atau malah menjawil ribut menunggu kisah lengkapnya.

Untuk hal-hal tertentu, percayalah. Hidup akan lebih mudah jika kita tidak tahu.

Tapi. Saya selalu percaya, dan mengamini seapa adanya sebagai sesuatu yang matang dan dapat dipertanggungjawabkan.

Because we're family. Percaya, dan tidak ada yang ditutupi.

Published with Blogger-droid v2.0.6
Sunday, July 15, 2012

Already


Random. I just already know. Heheh..




P.S.:
Huffft..

Friday, July 13, 2012

Berdesir-desir


… but whoever treasures freedom like the swallow must learn to fly..

“Kehidupan sekarang benar-benar membosankan saya. Saya merasa seperti monyet tua yang dikurung di kebun binatang dan tidak punya kerja lagi. Saya ingin merasakan kehidupan kasar dan keras … diusap oleh angin dingin seperti pisau, atau berjalan memotong hutan dan mandi di sungai kecil …
Orang-orang seperti kita ini … tidak pantas mati di tempat tidur.”
-Soe Hok Gie-


Sumber: 

Ah..
Pergilah jauh-jauh, jiwa petualangku.
Syuh~ Syuh~ T____________T

 

Blog Template by BloggerCandy.com