Saturday, September 12, 2009

aku baik2 saja sayang ;)

aku gak papa.kalau kamu mau tau.
ya aku baik2 aja.

waktu sudah lama berputar.
bahkan hujan pun sudah sesekali mengetuk jendela rumahku d tengah musimnya yg kemarau.

tak ada yang berubah.
krn duniaku memang begini.
sering kosong karena kamu tak ada.

aku baik2 aja.sama seperti aku yg dulu.
bahkan mungkin lebih baik.krn kini tak ada lagi yg mesti kunanti.

toh angin yang membawa kamu ntah hilang sejak jaman kapan.
waktu yg tak kusadari tepatnya.

rumahku masih kosong.ya sama seperti yg sudah2.
kamu juga tau kenapa.sudah pernah kita bahas kan d malam2 panjang itu.
malam yang ntah d detik ke berapa.
membuat kita sama2 beradu emosi.
aku pecahkan kaca dan kamu remukkan dinding.
aku berteriak dan kamu menggeram.
tepat di malam itu.

yg mungkin,sukses membuat jam kita berhenti berdetak.
melawan takdir yg semestinya mengalir.

toh aku yakin akan ada hari2 selanjutnya.
dn kamu pun yakin akan itu.
meski kita sama2 tau,takkan pernah ada hari esok.

krn kaca itu tlah pecah.dinding itu telah remuk.
pengang oleh suara bising kita berdua.

kalau ada pun,
pasti akan sekaku bambu.
yg menimbulkan suara gaduh saat daun keringnya berjatuhan.

sudahlah.semua itu kan sudah lewat.
lewat.seutuhnya.

bahkan mungkin kamu sudah tak peduli akan tali silaturahim kita.
krn kita memang begitu.
kamu ingin buahnya dan aku ingin bunganya.
kita sama berkutat pada suatu kolot yg sebenarnya bisa bersama membentuk paduan indah.

aku bilang aku paham,tidak juga.
krn sudah lama sekali kan kita tak berbincang2.
membicarakan kehidupan,hal2 yang sangat kecil.

ya karna rumah kita itu sudah tinggal cerita.
yang kaca dan dindingnya hancur itu lho.
iya yg itu.

sudah lama sekali kita tak berkompromi.
bahkan aku sudah hampir lupa tepatnya gaya kita berbicara.
gaya berbahasa dalam mengungkapkan dunia.
kau pernah bilang akan mengitari bumi bersamaku atau apa itu,
cukup samar masih terngiang d benakku.

aku hampir lupa.
bagaimana dulu kita sama2 tersiksa menanti lewat tengah malam.
menunggu kita selesai dgn kesibukkan masing2,
utk sekedar melewatkan beberapa jam kecil utk bertemu melalui media seluler.

atau saat kita menanti tanggal demi tanggal merah di kalender.
memastikan hari itu kau bisa datang.
hanya untuk aku seorang.

haha.aku tau itu hanya cerita.
yang sekarang ntah kemana.
yg seperti pernah kubilang kau datang dibawa angin.
kini pun kau pergi,dihembus sama cepatnya dgn laju hilang angin.

cukup gelak tawamu yg masih terekam dalam memori.
krn kenangan itu yg tak pernah mati.
kau d ujung dunia pun,tk terdengar kabarnya pun.
bagiku cukup itu yg kupunya.

krn memori itu yg membuatku kaya,
akan pembelajaran hidup.
tentang cerita kita.

ya aku baik2 saja.
hingga kali kesekian ini saat ku mengenangmu.
bahkan kini aku sudah tak membenci kopi.;p
Monday, September 7, 2009

emang gakkan ngerti.

aku tau kamu takkan mengerti.
beribu kali pun kubilang.bahkan hingga kiamat datang.

krn rasa ini beda.tk terkuar.tk terdefinisikan.
bahkan dgnmu yg sdh dekat sja tk mampu aku jelaskannya.

kalau org bilang es itu dingin.
ya aku setuju.
tp yg kumaksud bukan itu,ngerti kan?

ini ialah tentang sesuatu yg tk nyata.
kalau km pernah melihat kunang2 d hutan malam hari,
mungkin km akan sedikit mengerti.
sedikit,ya.krn aku tk yakin ad yg semengerti itu.

ingin aku membagi rasa ini dgnmu.
sumpah aku ingin.
tapi aku tau kamu takkan mengerti.
krn km tdk peka.
krn bagimu, ini tdk serumit itu.
bagimu, aku dgn mudah bisa melupakannya.

krn km tak mengerti,
bgaimana rasanya temukan kunang2 d malamnya hutan yg pekat.
dn bagaimana pula ketika cahayanya mengantarmu temukan rumah.
rumah,ya rumah.
bahkan aku tk yakin km pernah temukan rumah yg kumaksud.

km orangnya seperti itu sih.
ya mungkin krn itu juga km takkan mengerti.

pun krn aku tk merasa cukup yakin.
saat ku kembali tersesat d hutan itu,
akan ada lagi yg membawaku,menuju rumah.

rumah,yg kutau km takkan mungkin tau rumah yg kumaksud.

aku menutup mataku,akan km.
krn mataku tlah buta,oleh cahaya kunang2 saat itu.

aku menutup telingaku,akan km.
krn telingaku tlah tuli,oleh pekikan girang diriku sendiri saat temukan rumah itu.

aku menutup mulutku,akan km.
krn tlah bisu,oleh lantunan bahagia yg kukirimkan utk hutan yg tk lagi senyap.

aku trlalu kolot.bhkan utk diriku sendiri.
dan aku tk yakin kamu takkan mengerti itu.
bhkan berharap sj tidak.
Friday, August 21, 2009

Sepenggal Kisah dalam Hidup

(Melesat menderu melaju tanpa ragu.
Melesat menderu melaju tanpa ragu..

GD07 bersatu kita teguh.
GD07 bercerai kita runtuh.)


Tanah itu terasa masih basah.
Tanah ktika jaket kebesaran yg saya nantikan sekian lama,
yg sharusnya sungguh saya agungkan,
saya pakai utk yg pertama kali d sebuah upacara pemakaman.
Pemakaman kerabat dekat,yg ahirnya menarik saya dlm sebuah dunia serba konfrotatif.

Masih terasa basah.
Hingga wktu saya terantuk2 menikmati kopi d siang hari itu,
saat saya mendapat kabar bhwa kerabat dekat saya tlah pergi satu lagi.
Tersedak antara percaya dn tidak,
dn dgn tergegas saya berlari menuju rumah sakit.
berharap sempat melihat ia utk yg terahir kalinya,
sebelum dikubur jauh d bawah bumi sana.
Krn saya tk ingin mengulang kesalahan lalu,
yg hanya bisa melihat pemakaman kelabu,
akibat bimbang antara birokrasi dan posisi.

Luka masih jelas terlihat d mata2 yg hadir.
Bhw kepergian utk selamanya tdk yg pertama dialami.
6bulan itu,saya belajar,
bhw Dia bisa memanggil hambaNya kapanpun.
Bahkan tanpa 'keslahan prosedur' yg tk disengaja sekali pun.

Saat itu jiwa sdh tk sanggup lagi,dengarkan kabar serupa.
Meski esok nanti,hingga ntah berapa ribu tahun lagi.

Pemimpin saya bilang,
Tuhan memiliki jalan masing2 bagi umatNya.
Dia tahu apa yg terbaik,dn tkkan segan Ia suratkan.
Meski mungkin,kita kan terheran2 akan apa yg terjadi,
yg hanya satu hal yg bisa kita perbuat,
IKHLAS,IKHLAS,IKHLAS.

Tapi satu pukulan lagi,meski dlm kabar yg berbeda.

Masih jelas terekam d benak saya,
sewaktu teman dekat satu angkatan saya,
menitikkan airmata ntah utk yg keberapa kalinya.
Krn satu lagi kerabat dekat kami,pergi.
Tdk selamanya sih,
sebenarnya hanya beda tmpat mengadu ilmu,
tp itu adalah hal besar utk kami,sungguh besar.
Krn itu berarti akan menimbulkan masalah2 baru yg lelah tiada berujung.

Semua hal yg trjadi,buat saya tk mengerti.
Mengapa,terkadang Tuhan memiliki paradigma yg sungguh berbeda dg saya.
Yg,membuat lelah.Bahwa lagi2 angkatan kami.
Lagi dan lagi.

Dan kini,
langit lagi kelabu.
Lagi,ntah utk yg kesekian kalinya saya bosan dgn kata itu.

Teman saya bilang,
dia sdh gagal utk yg ke empat kalinya.
Utk mempertahankan keutuhan angkatan.

Saya hanya tersenyum samar mendengarnya.
Dia saja gagal,apalagi saya.
Dan segala penyesalan diri saya kicaukan saat itu juga.
Bahwa saya,begini.Bahwa saya,begitu.

Lalu pemimpin saya kembali berkata,
kalau begitu,saya gagal menjadi pemimpin kalian?
Vid,semua itu udah diatur sama Allah,
kita semua cuma bisa usaha.
Sy yakin dia setelah ini jauh lebih hebat.
Sekarang kita sama2 berdoa aja ya.

Yg membuat saya terdiam.
Iya sih kak,tp kan tempatnya beda?

Dan mereka bilang,
dia,dia,dan dia yg terkait birokrasi sampah,
bahwa BEDA BUKAN BERARTI TIDAK SUKSES.

Saya lalu lagi diam,dn berpikir.
Bahwa menangis kini bukan tindakan yg tepat.
Bahwa saya harus lebih tegar,
hingga mereka bisa masuki dunia baru masing2,
dg dada busung dan senyum terkembang.
Karena ikhlas.

Selamat jalan,saudara2ku.
Esok nanti pasti berjumpa lagi,
lantas bertukar cerita mengenai perjalanan hidup masing2.
We shall overcome someday.;)

SEKALI 82 TETAP 82!!!
Karna saudara itu...ABADI.
Wednesday, July 22, 2009

lelah lalu mati.

di luar masih bingar,oleh ibu dan ayah,serta adik2.
bahkan di kamarku pun suara suara banyak mengalun.
dari musik yg sengaja kusetel utk diri sendiri.

tp apa yg kurasa kini,aku tk mengerti.
ia yg tlah lama membisu,yg dlm pembisuannya berhasil buat ku tk keruan,
kini sdh mulai berbicara.
tp rupanya sama,hitam itu msh ada.
yg meski tk pernah kucoba hapuskannya.
tp kucoba jadikan hitam ini suatu pembelajaran.
yg ternyata ttp mengikuti,kmana pun aku pergi.
kah bersamanya,ataupun dgn dia.

sering aku berkata pd diri sendiri,
seakan utk sekedar mmberi keterangan belaka,pd labilnya aku di sudut malam.
bahwa, biarkan yg ada saat ini,biarkan.
hingga mereda dgn sendirinya.

pd setiap bayangan itu.
pd setiap sapaan nya yg bisu.

dgn aku yg ttp disini,
sabar,sabar,sabar.

meski sungguh,aku benci merendahkan diriku sendiri.
meski sungguh,aku benci utk berada d bawah angin.

walau ia bilang,
aku akan lelah.lelah,lalu mati.

tp aku tk peduli,aku kan belajar.
demi nya,demi anda.;)
Tuesday, July 21, 2009

aku dan bukan kamu.

Bukankah semua cerita yg kita ceritakan selama ini,
ialah tentang aku dan kamu?
Apa yg burung2 kicaukan.
Apa yg ikan2 paus endukan.
Apa yg rintik hujan talu2kan.
Ialah tentang hidup di sekeliling kita,
kita,aku dan kamu?

Lantas mengapa langit tk lagi sebiru dulu,
tanah tk semerah darahku,darahmu,pun darah mereka,
bahkan angin pun enggan berhembus?
Meski sekedar menyapa,apalagi bercerita,
akan melodi,akan puisi,akan bisikan2 sumbang itu,
mengapa kau tak lagi sama?

Kubilang kau pengecut.
Kubilang kau tk berubah.

Namun kau,
B I S U.

Dan yg terlihat saat ku berusaha cari pantulanmu di cermin kemarin sore itu,
yang kulihat aku,bukan kita,aku dan kamu.
Bukan kamu.
Tuesday, June 9, 2009

karna kali ini hujan buatku bahagia

gerimis jatuh.mengisi malam dg ramai.
gaduh.tak henti ketukkan rintik-rintiknya.
berdentum2.tiada henti.
seakan tak sabar utk menerobos masuk k dlm rumah.
meski aku tk tau apa yg ingin ia bisikkan.
padaku.di dlm sini.

dan aku yang biasanya merasa terganggu.
gelisah,akan sepi.akan sunyi.
akan semua yang mengusik.
kini terdiam dlm senyum.

mengingat,
krn kali ini hujan membawa cerita.
merasa,
bahwa kali ini hujan tk lagi bawa sepi.

ya karna kali ini,
hujan membuatku bahagia.

di luar mungkin masih hujan,
namun kini aku tdk merasa dingin.:)
Wednesday, May 6, 2009

AKU MASIH BERSEMBUNYI DI BALIK SELIMUT MALAMKU

hari tidak dingin.
angin pun enggan berhembus.
tapi aku disini.
tetap bersembunyi di balik selimut malamku.

hari tidak terik.
bahkan senja telah terukir dgn indahnya di barat sana.
tapi aku tdk terusik.
tetap bersembunyi di balik selimut malamku.

tidak ada yang mengusirku.atau menghindariku.
bahkan dunia luar sana begitu hangatnya.
namun aku tak bergeming.
menepis semua klise2 yang berguguran bak angin goyang.
bersantai disini.tetap seperti itu.
tetap bersembunyi di balik selimut malamku.

walau pagi datang.berganti siang.lalu sore.malam.hingga pagi datang lagi.
walau ibu menggedor2 pintu menyuruhku untuk bangkit dan bergegas.
walau ayah tak henti memanggil2 namaku dn berkata bahwa aku harus kuliah pagi ini.
walau teman2 bilang akan ada hujan meteor menjatuhi rumahku.
walau orang2 tersayang bilang aku bisa mati bila terus begini.
walau mereka bilang,mereka bilang:
AKU TAK PANTAS SEPERTI INI.

aku tak peduli.

aku masih disini.
tetap bersembunyi di balik selimut malamku.
setia.menunggu angin bersama hujannya,
datang.datang.datang.
hampiriku.temaniku.

sumpah karna aku muak akan dunia ini.
sumpah karna aku jenuh akan realita yang terjadi.
sumpah karna aku jengah akan semua yang berputar2 di kaki.
sumpah.

meski klise hanya kata.
seperti kopi bintang hujan angin apapun itu.
lebih baik di kamarku.ruangku.duniaku.
lebih baik begini.
tetap bersembunyi di balik selimut malamku.

walau kini t’lah tiada tak kembali,
izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi,
bila hati mulai sepi tanpa terobati.
Thursday, April 30, 2009

kembali sendiri di rumahmu.

saya kira kamu sudah berubah.
bukan kamu yang dulu.
yg masih senang berbincang2 cukup d teras rumah, tdk hingga ke dalam.
tanpa suguhan, kopi, atau kue manis.
agar yg singgah segera pergi,
karna tak betah.

saya kira kamu sudah berubah.
krn kamu memang pernah meninggalkan kebiasaan buruk itu.
ya, satu kali. ingat kan?
km pernah mengajak ia utk masuk k dalam rumah kamu.
duduk d ruang tamu, d dpn tv, dimanapun.
dihidangkan kopi, kue manis, jeruk asam, bahkan hingga cabai yg pedas.
bahkan tak bosannya kamu berbincang2 sampai kapanpun.
dengan org itu.

saya kira kamu sudah berubah.
krn kamu prnah tk menengok lagi pekarangan belakang rumahmu yg kusut itu.
pun jalanan dpan rumahmu yg begitu ramainya org berlalu lalang,
datang dan pergi, menari2 tak penting.
kau bahkan tak hiraukan tamu2 yg jelas2 membawa bingkisan hangat untukmu.
ya, kamu prnah seperti itu, jika kamu lupa.
krn dia, yang bisa masuk k dlm rumahmu.

saya kira kamu sudah berubah.
tp sejak kapan ya, km tak lg begitu?
kembali menutup rapat pintu rumahmu.
kembali persilakan org2 hanya sampai teras rumahmu saja.
kembali menghabiskan berjam2 lamanya utk sekedar duduk2 d pekarangan belakang menatap daun2 yg gugur menjauh tertiup angin.
kembali menghabiskan sepanjang harimu utk sekedar bersantai d teras menghirup kopi pahit menyaksikan org2 yang terburu d tengah hujan.

sejak kapan,
kamu kembali sendirian d rumahmu?
meski d luar ramai hebatnya, tk pernah sepi.
tp sejak kapan,
kamu memutuskan kembali k pojok itu,
berharap tersamarkan malam?

saya kira kamu sudah berubah.
tapi kini nyatanya tak lagi begitu.
krn kini kamu lagi2 sudah cukup SENANG.
bermain cukup d teras rumah, tdk hingga ke dalam.
tanpa suguhan, kopi, atau kue manis.
agar yg singgah segera pergi,
karna tak betah.

dan kamu pun bisa segera masuk k rumahmu.
sendiri.
menutup pintu rapat2,
tk membiarkan setitik debu pun masuk.
lalu kembali k pojok.
menikmati malam sepimu.

BUKANKAH BEGITU MAKSUDMU?







 












meski tak seindah yg kau mau.
tak sesempurna yg semestinya.

begitu erat, begitu lekat.
tak bisa kuhentikan.
tak mampu kutepiskan.
 

Blog Template by BloggerCandy.com