Monday, May 17, 2010

ruang kosong

Di hatiku masih ada ruang kosong.
Yang setia menunggu untuk diisi kembali.
Tapi bagiku,itu tidak penting.
Asal ada pegangan agar aku tidak jatuh,itu sudah cukup.
Cukup,untuk saat ini.

Karena aku lelah.
mencoba mengisi ruang kosongku.
Yang kutau hanya pernah terisi olehnya.
Ia yang entah kapan akan terganti.

H,for HOPE.
Hope for new way.new life for me.

Well,saya senang bersamamu.
Dan saya harap lebih dari itu.
Bahwa saya, Bahagia. ;))
Monday, May 10, 2010

meluk.nangis.pulang.

Hai H!;)

Pengen ketemu.meluk,nangis,terus pulang he3.
Gak mungkin.

Katanya,jodoh itu gak kemana2.
jadi sabar aja ya Tengil.
Mungkin,ada yang lebih menawan dari dia.;B

Eh hari ini tanggal 10Mei loh.
Hampir dua tahun ternyata haha.
Saturday, May 1, 2010

rumah rapuh yg masih bisa berdiri karna memiliki keluarga :)

kamu adalah sebuah rumah rapuh.yang pembantunya,tukang kebunnya,bahkan penghuninya,seringkali lalai dalam mengerjakan tugas masing2.hingga akhirnya,mereka harus selalu dan selalu kamu ingatkan.terkadang,kamu pun mengambil alih tugas2 itu.dan,kamu semakin rapuh.

kamu adalah sebuah rumah rapuh.berdiri di beberapa fondasi kecil,goyah dipermainkan angin.sesekali jatuh,tapi kamu kembali berdiri.karna kamu yakin fondasimu setia.selalu ada,takkan meninggalkanmu sendiri.selalu ada.jika tidak,tentulah kamu akan semakin rapuh.

dan satu persatu fondasimu hancur.satu,fondasi di samping pojok kiri.kamu goyah,tapi tidak apa2.bertahan,karna masih ada pojokan2 fondasi lain yg membantu kamu berdiri.
kedua,fondasi yang paling besar di pojok kanan.tak hancur sih,tapi lapuk dimakan rayap.padahal seharusnya,kamu sangat bergantung padanya.tapi dia tak selalu ada,untuk menopang kamu yang rapuh.
dan baru kemarin,fondasi pojok kirimu berkata ia tak sanggup lagi menopangmu.kamu oleng ke kiri,terjatuh.kamu pun berteriak minta tolong.pada pembantu rumah tangga mu,tukang kebun mu, penghuni rumah mu,bahkan fondasi kanan mu.tapi smeua tak mendengar.sibuk dgn diri masing2.kamu jadi terpaksa meminta tolong pada rumah2 lain,yang lebih mapan,untuk membetulkan letakmu yg miring.

kamu adalah sebuah rumah rapuh.dan sekarang posisimu miring.dan kamu tetap berdiri.tapi,sampai kapan?

salahkah,jika kamu tegur pembantu rumah tangga mu,tukang kebun mu,penghuni2 mu,juga fondasi2 mu,untuk bekerja sesuai tugas masing2??karna kamu sayang.tak ingin mereka berganti.ingin suatu saat nanti mereka menjadi rumah mapan seperti teman2mu.

kamu adalah sebuah rumah rapuh.dan lemah.dan ingin menangis.
SEMANGAT!!!

kamu boleh kehilangan siapapun.adik2mu yang tak kamu kenal itu.
tapi kamu masih punya kita,Ngil.ada keempat spice girls yang lain.juga dua wayang hebat si rumah2 mapan.my luvly 42.
ayo,NEVER CRACK UNDER PRESSURE!!!:))

because we are NOT friends anymore ... we are BROTHERS, we are band of BROTHERS.
Thursday, April 29, 2010

lemah.

Ca,aku pernah bilang kan,
salah satu alasan saya masih bisa berdiri lagi adalah kamu?

dan waktu kamu bilang mau mundur juga,
saya shock.

dan aku langsung sakit.Haha LEMAH.:(
Monday, April 26, 2010

Hmm, butterfly. Yeah.

Love is like a butterfly. The more you chase it, the more it eludes you. But if you just let it fly, it will come to you when you least expect it.

Love can make you happy often it hurts, but love's only special when you give it to someone who is really worth it. So take your time and choose the best..,

[Someone, November 26, 2008 at 4:24pm]

A day without you

There has come a day
You are not here with me
A day that is dark and lonely
One filled with sadness and misery

I feel it deep inside
My heart is breaking in two
How do I go on
On this endless day without you

I don't want to see the sunshine
Or talk to anyone I know
Why did you leave me here
Why did you have to go

Fill my heart with joy
My soul with laughter and glee
Don't let tomorrow be a day without you
Please come back to me

**garilla,,hehehe

[Someone, October 27, 2008 at 3:12pm]
Wednesday, April 21, 2010

Teringat O

Malam itu seperti biasa saya diantarkan pulang oleh tukang ojek pribadi saya,
yang tidak adalah momen ketika dia memperhatikan pergelangan tangan kanan saya,lalu bertanya dengan cueknya :
"Gelang - gelang apa sih itu?"

Lalu saya tertegun.Saya memang senang memakai asesoris.Gelang khususnya.
Tiada kata tidak membeli asesoris ketika saya pertama kali mengunjungi suatu tempat.
Di pergelangan tangan kanan saya, terdapat empat buah gelang.

Dua gelang yang telah saya pakai ntah saya beli dimana.Dua lagi "kenang-kenangan dari teman", saya bilang begitu.
Ya dan saya seakan tertarik kembali ke memori masa lalu.

Hari itu saya puas menangis.Menangis karena merasa gagal.Karena tidak bisa membantu orang lain.
"Urang gak akan kemana-mana kok."
Ujar dia yang sedang sedih,yang seharusnya saya hibur tapi malah saya yang menangis sejadi-jadinya.Dia mengelus kepala saya perlahan,ntah untuk menenangkan dirinya sendiri ntah hanya untuk mengatakan bahwa saya tidak bersalah.

Saya hanya terdiam,berusaha tersenyum.
"Ngil,mau gelang gak?"
Dia pun melepas kedua gelang yang telah berada di pergelangan tangannya ntah sejak kapan.Tipe gelang simpel yang bisa didapat di mana saja, berwarna hitam dnegan bahan karet.
Lalu disorongkannya pada kedua telapak tangan saya.
"Jaga baik-baik ya." Bisiknya.

Saya pun menangis sejadi-jadinya.Ntah untuk apa.
Sembari memegang erat gelang pemberiannya.Berharap bisa menjadi pengganti dirinya suatu saat nanti ketika ia pergi.

Dan,ia memang pergi.
Tak ada kabar,ntah kemana.
Meninggalkan saya yang sangat kehilangan.

Sahabat terbaik,yang selalu ada.Dan selalu ada.Dahulu.

Ah maneh kapan pulang.Urang kangeeen sekali.;((
Tuesday, April 6, 2010

Melankolis di ujung malam

Lagi-lagi seperti ini.

Dg cinta yang lain berakhir,kembali,bertahan,
menyerah,lalu mencari cinta yang lain lagi.

Sebenarnya,aku tdk pernah meminta dicarikan cinta yg lain.
Aku hanya pernah meminta utk dikembalikan pd jalan yg telah lama kutinggalkan.
Jalan yg selama itu membuat aku ingin selalu berada di rumah.

Tp ntah mengapa yg terjadi tidak seperti yg kupinta.
Jalan itu tertutup,secara tersurat.
Tak mungkin kumasuki lagi.

Berkali-kali kucoba bertahan,
berharap ada jalan masuk dari sedikit celah yg diberikan.
Tp ketidakpastian buatku goyah,lemah,menyerah,
membawaku kembali pd gengsiku yg tinggi.

Bahwa aku bisa mendapatkan jalan lain yg persis mirip tp bukan jalan yg sama.

Maka aku bertualang.
Ke gunung,ke pantai,bahkan bermain dgn angin yang berhembus dari debu2 jalanan.
Tp biasanya,semua akan hilang.
Aku kembali rindu rumah,yg jalannya masih tertutup.

Aku pun berjalan sendirian dlm apatisme.
Meyakinkan diri sendiri bahwa tk masalah tak punya rumah.
Tp lagi aku ingkar,aku sedih sendiri dlm sepi.
Lelah dlm perjalanan panjang yg tiada habisnya.

Aku butuh rumah,tp jalan itu masih tertutup.

Dgn enggan kulirik rumah2 lain yg menawarkan kebahagiaan tampak.
Tp ntah mengapa aku tak yakin.
Takut,aku hanya sekedar singgah.
Menghabiskan satu cangkir teh basa - basi, yg bahkan bukan kopi.
Lalu aku pamit pergi.
Begitu saja.

Dan tetap aku tk punya rumah.

Lalu sampai kapan aku terus begini?

"Cinta tak begini,selama ku tau.Tetapi ku lemah karna cintaku padamu."
 

Blog Template by BloggerCandy.com