Sunday, April 21, 2013

Firefly


Kau tahu,

di lautan pun aku bisa menemukan jutaan kunang-kunang.
Berkejaran, berkelap-kelip.

Mereka lah bintang,
yang bercahaya dalam kubah temaram.

Membuat rindu,
akan imajinasi kita kala terakhir menatap langit.
Yang berpendar memesona.
Sungguhan rindu.

Saturday, April 20, 2013

Kotak Besi


Pagi ini jenuh mulai melandaku.

Keterasingan dalam kotak besi ini mulai membuatku jenuh akan kepenatan di kota. Aku lagi mulai berhalusinasi, dalam paralel mimpi yang meloncat-loncat. Aku lagi terbangun dengan tersentak. Suara-suara semu itu, kilasan-kilasan imajiner,alam bawah sadaryang mulai berseru kembali untuk memberontak.

Kau tahu, aku sangat merindukan rumah.
Rumah-rumah, yang dahulu aku kumpulkan satu-persatu, sebagai tempat aku menimbun bahagia.

Rumah yang ini, entah mengapa sedang terasa dingin bagiku.

Bagiku, pagi tak lagi sama jika tak gosok gigi.
Sama ganjilnya jika tidak mengucap selamat pagi dengan secangkir kopi.
Yang menyesakkan, ketika tidak ada individu yang bisa disapa kala itu, untuk sekedar berbagi senyuman.

Langit



Kakong, bagi Caca ialah langit.
Begitu luas, penuh misteri, tapi ada dimana-mana.
Yang setiap kali Caca menyapa, membuka mata di pagi hari, atau mengantar nya sebelum tidur.
Langit selalu berbeda-beda, selalu memberikan kejutan-kejutan listrik, selalu indah.
Selalu memberikan sensasi tersendiri, yang semakin lama semakin memukau.
Semakin terasa megah. Bahwa setiap Caca melihat langit, Caca merasa tenang, merasa aman.
Karena langit tidak pernah meninggalkan Caca, langit selalu melindungi Caca.
Langit, ialah tempat Caca.. pulang.

Seperti Kakong..
Seperti rumah.. Hehe.

PS: I love you
Chaca

Sunday, April 7, 2013

Finding North


Just want you to know.
Where ever i am.
In whatever I stand, water or ground
My love always stand to you
My love always grow
Just to you...

Talked with every warmness i can give
Touch with every careness i can be
And missing you
Remembering you
With every memories i had with
With every hope i hope with...

Love, miss , and always.
Three word
Just for you

Hope love and happines will fills
In your days .....
And be a happy person
In your ways ...
And be successful
In your paces ...
And be lovable
In your live

All prayer and wishes....
All feels of missing you....
Be the strength and hope
To keep you by myside.

Wait and dont let go
Cause i won't stop...
I try and i can't stop...
Loving you...

*K



♪ Cause I live by the river,
live by the river and
I'll die by the river
I'm sailing, away, today.

And you've got to grab
the bull by the horns my friend
it's the only way to go.

And when the story's told
we can go home ♪

[Travis: Sailing Away]

Wednesday, April 3, 2013

Turbulensi


Percakapan ini terjadi pada sebuah ruangan hampa udara. Saat detik melambat, detak jantung melemah, hingga kata per-kata mampu saya ingat lalu meresap di nadi hingga masuk ke dalam ubun-ubun, membuat kekurangan oksigen.

"Chaca..kenapa banyak orang bilang tomboi ya? Padahal mah ayu da, gak ada tomboi-tomboi nya. Kalau sok tomboi iya, sok kuat iya, sok tegar iya."

Hingga telunjuk itu menyentuh kening saya perlahan, dengan tatapan aneh yang sama dengan pertama kali bertemu namun berbeda makna. Sama memukaunya.

"Mereka, gak bisa liat apa yang ada di dalam sini. Mereka hanya tertipu, dengan sikap yang ingin diperlihatkan pada dunia. Kuat karena kondisi, tangguh karena keadaan. Chaca itu lemah, dan boleh lemah. Di depan saya."

Lalu saya menangis. Sungguhan menangis. Mengerjap-ngerjap meraih pegangan yang disodorkan sejak lama. Seolah menemukan kembali perlindungan yang sudah tiada. Perlindungan paling canggih sesemesta, yang bisa menghasilkan sikap alami untuk berbalik melindungi.

Kemudian, nama saya menjadi Ayu. Hanya ketika di depan dia.

Wednesday, March 27, 2013

Karena Tuhan Mentakdirkan Begitu


Namanya Teh Reni. Teh Reni yang fenomenal, baik dgn sikap positif juga negatifnya. Teh Reni yang banyak orang benci, banyak orang perbincangkan, tapi tetap saya saluti. Karena satu hal besar.

Sore itu Teh Reni menyempatkan berbincang dengan saya di kala hujan, menunda pulang pada Matahari dan Bintang. Katanya, telah menemukan sesuatu dan merasa harus mentransfer ilmu sesegeranya. I've been there, and i know how it feels.

Orang-orang seperti ini, yang bertanya langsung akan angin usil yang berbisik, jauh lebih tinggi nilainya daripada para multi-wujud yang menunduk tapi berbisa di lain episode. Jadi masa bodoh dengan nasihat lain untuk tidak menceritakan apa-apa padanya, saya berkhianat. Karena saya memiliki alasan sendiri untuk bersikap berbeda, karena Teh Reni sosok besar yang berani.

Ia bertanya mengenai suatu hubungan yang nampak saling distraktif dari luar. Image yang saling meruntuhkan. Saling membangun dalam satu tim namun saling membinasakan apabila menjadi couple.
"You are a smart person, gw tau lo orang yang sudah mengkalkulasi semuanya sebelum memulai suatu hubungan. Sekarang tatap mata gw, are you happy?"

Saya melihat langit, menghembuskan nafas panjang. Lalu memberanikan diri menatap Ibu kedua anak itu, yang salah satunya dibesarkan dengan penuh keberanian dan keteguhan hati.
"Teh, saya bahagia. Dan saling membahagiakan. Selama masih bisa dihadapi, mengapa harus dipertanyakan Teh? Saya tau, ke depan akan menemukan berat-berat yang banyak, tapi saya masih bisa. Kita masih bisa."

Ia tertawa, sedih.
"Ah, you have the strength that i didn't.  I envy you. Dulu gw pengecut. Dan memilih hal yang terlihat lurus daripada yang bambi-bambi. Tapi apakah worth it?"

"Sejauh ini, iya. Teteh sendiri yang menilai, bahwa mereka sama-sama langit, kan?"

Membawa kebaikan dan memperkaya hati, apalagi yang salah? Tuhan selalu memiliki rencana sendiri, dalam mengabulkan doa penuh harap yang terucap. Mungkin ini jawabannya, Tuhan ingin saya kuat dengan diberi sosok kontroversial untuk saya dampingi. Untuk saya merasa jatuh cinta setiap waktu, setiap bertemu, setiap habis perang dingin, pun sehabis membuka mata.

Andai Teteh tau, siapa sebenarnya yang lebih pengecut.


♪ But if you sing, sing, sing, sing sing, sing
For the love you bring won't mean a thing
Unless you sing, sing, sing, sing, sing, sing ♪

[Travis: Sing]



Friday, March 15, 2013

Undak


Cinta.. hari ini langit turun berlapis-lapis.
Mereka berundak-undak penuh, saling tumpang tindih berintegrasi.

Memadu indah.


Persis seperti apa yang kurasakan kepadamu.
Rumit, tapi indah. Begitu indah.
Terimakasih. :)
Tuesday, March 12, 2013

Tj. Perak


Hai.
Kini aku sedang berada di tepian Surabaya.

Disambut lengkungan pagi bersisian dengan patung komandan marinir di ujung teluknya.
Kota yang dahulu memberi rasa geli saat tersebut, karena selain kota kelahiran Ayah, pernah juga membuatku menyangka akan menjadi tempat pulang yang lain.


Namun, kini hanya ada rasa memburu, untuk menghubungimu.
Bahkan bertemu.
Hanya kamu, kamu, dan kamu.
 

Blog Template by BloggerCandy.com