Tuesday, December 24, 2013

Gagal


She said anj*** to me.
Anj***. Anj***. Anjing~~~ di medsos.

Saya kira kamu mau bantu meringankan beban saya, dengan belajar lebih keras lagi.
Tapi saya salah.

Sebenci-bencinya saya pada kamu.
Yang membebani saya dengan kemewahan yang kamu inginkan.
Saya tidak pernah mengatakan anjing.

Anjing. Anjing. A-n-j-i-n-g.

Ah..
Ayah, aku salah didik.
Aku gagal. :(

Wednesday, December 18, 2013

Lost


Demi alam semesta,
aku sudah lupa bagaimana caranya berpuisi.

Bagaimana caranya mengungkapkan kata-kata pada benda diam yang tak bereaksi.
Pada gumpalan kabut yang kusimpan dalam hati, untuk diam-diam dinyanyikan sebelum tidur sebagai obat pelindung segala sepi.

Aku sudah lupa.
Bagaimana..
 

Ketika bagiku berlari tak lagi berarti.
Ketika mimpi-mimpi semakin tak nampak dan memburam.
Ketika kehidupan, tak lagi sesuatu yang menarik.

Ketika hanya ada kata dan rasa yang tak terbagi,
Untuk menjerit diam-diam.
Untuk mengaduh tanpa rasa sakit.

Ketika bagiku,
lebih mudah untuk menyerah dan berhenti.

Ah..
Sayang, cepat pulang...


 




 
Thursday, December 12, 2013

Documentary


Mendapat kiriman setelah sebulan lamanya menunggu dari sekelompok teman asing, yang meski banyak diantaranya penggunaan definisi yang kurang pas sehingga terdengar janggal, bahkan dilebih-lebihkan. Juga hal-hal yang tak penting malah menjadi fokus sementara point of view sebenarnya malah disamarkan.. tapi at all.. good work, pal! Thankyou! :)

Saturday, November 16, 2013

Quarter-Life-Crisis


Sepertinya topik ini sedang bergaung di lingkungan teman-teman wanita saya.
Terutama dalam hal jodoh.

#biru: aku mau mengundang kalian di hari berbahagia, aku bulan depan lamaran :)

#putih: wei jadi!


#coklat: tuhkan kamu yang nyusul, aku juga mau dong udah 25 nih cyin..

#hitam: aku juga mau dilamar :((

#ungu: aku jugaaaa..

#pink.budug: aku juga mauuuu !!!

#hijau: aku mau tapi belum ada pasangannya, cariin~

#pink: ayo pada nyusul, aku aja udah mau dua hihi.

Sssst.. Saya juga mau di *****.

Mau. Mau. Mau sekaliiiii. Tapi kini masih saya beri bintang.
Karena itu berarti semua kendali atas hidup saya akan berpindah tangan.
Karena itu berarti, yang nomor satu dalam hidup saya akan berubah.
Karena itu berarti, akan ada kompromi atas semua kewajiban-kewajiban yang selama ini saya pegang penuh.
Karena target saya belum tercapai.
Karena, saya belum mampu.. untuk berbagi.

Karena, saya masih ingin surga saya ada pada Ibu.
Pada telapak kakinya, dan saya rasa belum saatnya posisi itu dipindahkan saat ini.

Suatu hari nanti, Caca akan berkata iya.
Untuk menjadikan telapak kakimu.. surga bagiku.
Tunggu yaa! :)





Remember that life isn't a race:
http://www.buzzfeed.com/jessicamisener/10-signs-youre-having-your-quarter-life-crisis
 
Wednesday, October 30, 2013

Bagaimana


Lelaguan khas Betawi itu mengalun di kejauhan. Di tengah bingarnya kota padat Jakarta, terdengar gundah.

Aku yang tadi pagi terbangun dengan kesal, untuk kemudian makan dan menyendiri di tempat jemuran yang tersinari mentari pagi. Entah kesal untuk apa, kah untuk merasa dibohongi? Pengendalian diriku memang buruk, bahkan untuk merusak rencana hari ini ke kantor. Dua tahun melaut tapi dengan cicilan yang membengkak karena hutang menumpuk. Terasa sama saja apabila bekerja di darat. Oh impian, mengapa engkau kian terasa jauh sekali?

Teringat lelaki yang tertidur sepanjang hari di jauh sana. Iya, terasa sangat jauh. Yang menyita perhatian sepanjang waktu. Bisakah? Akankah ini bekerja dengan baik?

Tidak tahu. Manusia mana yang bisa mendahului takdir?

Saturday, October 19, 2013

Integrity


Long life, bro Madoks.. Happy graduation! :)

F*ck you


"I know you so well, bro.." |
"I know you so well too. Hahaha.." |

"Yes i know you so well that you always missing me.." |
"Huahaha. You know i know lah. We same same know lah.." |

" Azeek urang screenshot dan sent directly to your girlfriend!" |
"Taiiiiiiiii!"

Cih. Boys.
Never grow up.

Thursday, October 10, 2013

Untitled



Hei.
Saya BUKAN manusia kenangan itu lagi.

Momen saat saya ingin berteriak dan membakar jaket itu.
Saat senior M dengan pongahnya berkata di lapang adu domba bahwa mereka tidak pernah bikin anak orang mati.
Saat senior M lagi berkata bahwa saya tidak sayang dengan mereka dan ingin menabrakkan kepala nya hingga pecah ke papan bertuliskan 'pengecut tidak layak di mereka'.
Saat pandangan mengabur lalu teteh bilang berulang samar-samar untuk sabar dan saya ingin bertanya 'mengapa' tapi tidak ada satu pun kata yang bisa keluar.
Saat saya hanya satu betina di antara segelintir jantan yang jongkok bertahan di malam itu dan ingin menampari teman saya satu-satu yang culun menyerah pindah ke seberang barisan.
Saat saya kehilangan 10 sks dan mendapat ip terburuk akibat kehilangan seorang saudara.
Saat-saat saya membantu melunasi hutang lalu berlanjut ke arah yang salah, dengan mengorbankan silaturahmi dengan orang-orang dekat.
Saat tepat hari ini 3 tahun lalu, merenggut dengan paksa yang berharga untuk pergi.

Saat-saat kecewa, marah, dan memberontak.
Saat saya hanya pasrah dan memilih mengalah.

Momen dimana ingin pergi memutar waktu, membalikkan masa lalu, dan merubah takdir.

Masa yang telah berlalu. Pergi jauh-jauh.
Saya hidup di masa kini, yang lalu relakan sudah.
Pergi. Enyahlah.

 

Blog Template by BloggerCandy.com