Wednesday, September 14, 2011

Seperti rembulan di labtek biru


Hei.. Semalam, hari yang menyenangkan! :)
Untuk mendapatkan suatu obrolan berkualitas yang — katakanlah, memperkaya hati. Hehe.. Bukan debat kusir, bukan gumpalan emosi yang diawali basa-basi, bukan speechless yang daripada senyum2 tidak jelas kemudian beralih ke azas profesionalisme, atau prinsip sama2 senang sebagai bentuk penghabisan waktu.

Ini menyenangkan. Dan, sungguh.. Saya benar2 rindu. Akan ini. Yang sudah lama menghilang digantikan aksi bisu sepanjang masa. Entah sampai kapan dan bertujuan apa, wkwk.

Bicara tentang Anda, Rolex. Jam purba di era digital (atau kasta ksatria, jika lebih senang dibilang begitu? -______-). Yang sudah saya rasakan sendiri dahsyatnya kobaran merah ketika marah, ketika tersenggol atau disenggol. Yang saking asamnya perlu diberi banyak manisan, agar tak sensitif dan so irritated. Manislah sedikit, Bear. Dia itu wanita~ :p

Atau tentang saya yang idealis resistan (iya Cinta, aku masih seperti itu.. T^T). Tentang rencana saya pindah lapak, yang kemudian dibawa pusing rame2 hanya karena diingatkan kembali tentang gengsi, tentang pembuktian yang dulu menggebu2 saya jalani. Ah, ini rumit. Saya butuh partner, mungkin, bukan Bapak.

Dan, tentang kelakuan Anda, kelakuan kamu. K.A.M.U.,jelas? Apa-apaan itu? Grrh!
Oke, saya tidak akan mogok bicara selamanya. Tapi saya akan gigit leher kamu sampai putus, titik. (menggertakan gigi, menggeletuk2an jari, dan bertolak pinggang; jadi teringat, dan terkikik sendiri saat dulu saya mengamuk luarbiasa pada sesosok rerumputan — nama disamarkan — karena hal ini). Akh, kenapa saya gak bisa marah sama orang menyebalkan tukang ganggu itu sih? Grok..
Cih, mentang2 Edward! (Siapa lagi selain zaman Edward yang masih memegang teguh hal2 mendasar yang harus dilakukan seorang lelaki, khususnya terhadap orangtua dan wanita?--")

Benar, benar sekali, sementara ini saya memang harus menyingkirkan pikiran2 yang tidak bisa bantu apa2. Pikiran2 yang hanya bisa menuntut tapi mengelak untuk membaca situasi. Meski sesekali tak bisa menahan senyum saat tertangkap basah ketika bertatap mata,.. tapi Well done, Vidia! Alaaaaaaaaaah, cuma dia doang ini sih deh lah dong~! :p

Maka konsentrasilah dengan apa yang akan kamu pilih.
Mengejar cita itu baik, tapi yakinlah pintu rezeki dan kesempatan itu tak hanya ada satu. Jika ditakdirkan, akan ada jalan lain untuk kamu berada disana..
Saya cuma ingin kamu mendapat yang  terbaik, cobalah untuk itu. Langkah terakhir kamu lewati, dan kamu bisa mengakhirinya dengan puas dan penuh makna.. Dengan sempurna.. :-)

Dankeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee~ ,
hai 'Nabi' yang tetap menjadi saudara, hingga saat ini. Mungkin. Eh, pasti! :D

Monday, September 12, 2011

Bimbang


Ibaratnya kamu sedang mendaki sebuah gunung tertinggi, dengan melalui jalan yang berliku dan mendaki.
Berkali kamu beristirahat, memasang tenda, memanggang marshmellow. Dan berkali kamu terjatuh lalu beristirahat lagi. Jalanmu lambat, sedangkan bekalmu semakin menipis.

Di tengah perjalanan, tiba2 kamu bertemu seorang pemuda tampan.
Dia bilang, terdapat jalan satu lagi. Yang akan lebih kamu senangi. Meski juga sulit, setidaknya banyak pemandangan indah. Banyak jamur2 tak beracun yang bisa kamu nikmati, juga terdapat air terjun laksana surga di tengah2 perjalanannya.

Mana yang akan kamu pilih.
Turun sedikit lalu kembali mendaki dengan jalan yang berbeda, atau kembali meneruskan perjalanan yang melelahkan ini?

Kamu tergoda, sungguh. 
Berkali kau nyalakan api unggun untuk berdoa, meminta petunjuk.
Ingin kau tempuh jalan lain itu.

Tapi, kamu terlanjur sayang..
Pada batang2 pohon yang kau torehkan satu satu sebagai penanda kau tak salah jalan.
Pada burung yang kau sapa agar tidak gila.
Pada hutan, yang kau anggap Bapak.

Apa yang akan kamu lakukan?

Ah, jangan bimbang lama2 Vidia.. 
Jalanmu sudah dipermudah, nikmat Nya yang mana lagi yang kan kau dustakan?
Saturday, September 10, 2011

I do love this part B)



Patrick : Spongebob?  Hey, whatchya watching?             
Spongebob : My favorite show. [laughs] I LOVE THAT PART.
Patrick : Spongebob, snap out of it! It's me, your best friend, patrick!
Spongebob : What's that? I can't hear you, what with all the lonely voices in my head.
Patrick :  Oh, man. he's too far gone. Not fit to live in society.This is all my fault. Me and my dumb ideas. [sobbing] I'M SO SORRY.
Spongebob : Patrick, your tears. They're melting the glue. Keep crying. I'll do the same, and maybe I can slip out of this thing.
Both : [grunts] Aah!Look, it worked! ALL RIGHT!
Spongebob :  I guess crying does solve your problems after all. 
Patrick : Come here, buddy. Well, at least we're together.

[Spongebob Squarepants: Stuck in The Wringer]
Friday, September 9, 2011

Film-film penjual mimpi


(Berhasil menerima kenyataan tidak ada angka lagi, untuk saat ini~)

Bukan. Ini bukan mimpi, tapi impian.
Saya sebut impian, karena bukan semata2 tidak nyata. Bukan karena hanya sandiwara. Karena saya percaya, fairy tales itu ada.

Dan itu bukan mimpi. Karena saya tidak mau berpura2 untuk hal ini. Saya tidak setuju dengan rencana tentang cara membuat penasaran, atau cara memahalkan diri sendiri, yang tujuannya membuat sesuatu bertambah. Orang2 bilang saya lihai bersandiwara, karena terkungkung dgn kesenangan menonton dorama atau film2 penjual mimpi. Tidak teman, untuk hal itu, kamu salah. (Lihat hei kamu, dia bukan Nabi! Cuma manusia biasa bukan, yang juga bertanya, bersuara, dan salah. Ini hal yang didapat karena kepedulian, bukan pemujaan).

Bukan untuk membuat penasaran, tapi mungkin karena benar tidak tertarik. Bukan untuk membuat sesuatu menjadi mahal, tapi mungkin karena memang tidak peduli. Memangnya salah saya, kalau memiliki magnet untuk membuat orang2 lain berasumsi tentang hal2 yang saya lakukan sepenuh hati?

Lha, kenapa, harus ada rencana untuk sesuatu, yang saya tahu, katakanlah, tidak sama halnya dengan membentuk suatu produk keramik keras yang diinginkan?

Memang tidak menyenangkan, ketika kamu berbuat datang dan pergi oh begitu saja, atau kebalikannya menjadi objek lagu tersebut. Tapi, itu satu dari banyak hal lainnya, yang akan menyadarkan kamu bahwa benih yang kamu tanam memang tidak bisa settle untuk tumbuh menjadi sebuah pohon besar. bahwa benih kalian tumbuh di tempat yang salah, dan kelak angin akan membawanya masing2 ke suatu tempat yang benar, dengan waktu dan orang yang tepat.

Dengan waktu dan orang yang tepat.. dan itu bukan mimpi! Impian karena kamu dapat masuk ke dalam air untuk mencoba merasa basah. Lain halnya dengan cara mencari sepatu yang pas dan nyaman, tapi mencari tempat pulang, yang entah itu akan kamu temukan di tengah2 hutan pinus, rawa2, atau pinggir tebing. Itu misteri.

Misteri, selayaknya sesuatu yang tumbuh dan berkembang malu2. Atau yang retak dan membeku jadi kepingan untuk kembali mati rasa, di dalam sana. Berbicara tentang kotak2 basi, fuh.

Catatan kaki:

  • Selalu ada hal2 lucu saat kita kembali bertemu teman2 lama, bersalaman dan bercengkerama. Seperti yang saya alami ketika bertemu muka kembali khususnya dengan para ketua saya. Ada yang semula meranggas kering tapi tak disangka bersemi hangat tiba2 duluan. Ada yang basa-basi entah untuk apa lalu garuk2 kepala untuk sesuatu yang sepertinya seolah2 dia pedulikan akhir2 ini (grok, kapan sih Anda bisa bersikap tepat kepada saya?T^T). Dan bagian yang menggelitik ialah,dua orang yang berbeda, dengan tipe dan perilaku yang berbeda pula tapi dengan mimik muka yang sama — senyum2 menyebalkan — kata2 pertama yang mereka ucapkan pada saya bukanlah apa kabar atau basa-basi lainnya, tapi persis hanya pertanyaan usil 'celana baru ya?' (ah pelis deh, emang kapan terakhir kalian ketemu sama saya, dan sejak kapan segitu perhatiannya memperhatikan hal detil gak penting kayak gitu?zz..). Ha! Sungguh menyenangkan karena tiba2 teringat dengan masa2 hangat berada pada satu tujuan tanpa mempedulikan apapun. Kah yang bermuka tajam — yang mengingatkan saya pada artis kawakan ibukota yang lama tiada — namun mau berubah demi apa yang dikata saudara2nya. Atau yang sudah tertembak kakinya pada momen yang bodoh, tapi kekeuh gakmau ke tukang pijet bahkan berbohong demi tidak mau meninggalkan medan perang untuk hal yang remeh-temeh, dan memaksa untuk menemani berjalan kaki mengamati pasukan.. disambi obrolan hangat tentang kisahnya kini dan nanti — yang tentu saja semua orang tahu memang dia akan karena pantas mendapatkannya. Jujur, orang ini membuat saya rindu pada sosok di masa lalu, yang berani melawan arus, dengan caranya sendiri yang membuat dia begitu disayangi. Ya, ini tentang tidak di-drive tapi untuk bertanggungjawab atas 'kesalahan' yang diperbuat. Manisnya~ :)
  • Pasti ada saja kesamaan. Entah sekedar memberi nama pada nomor kontak yang diakhiri dengan titik dua kurung tutup, atau tak sengaja memberi huruf 'e' untuk mengganti 'i'. Ahaha bodoh.. (dan bodohnya lagi saya tidak menyadari tergerak untuk kembali menggerakkan jari tiba2 tanpa sadar ini tanggal apa dan hari apa.. :p).
  • Daaaaaan, sekali lagi. Ini HOBBY bukan 'INSOMNIA'!!!; Kasar, karena macan, karena konsep peduli dan kaitannya dengan 49.; Bukan konsep main plus imbuhan diper-kan, karena sama2 tahu akan situasi kondisi dan istilah 'terbiasa'.; Benar tidak merasa apa2 karena menunduk, memalingkan muka, menutup mata telinga mulut, dan puas hanya dengar kabar angin (persis dengan cara kakak cantik sayang sepanjang masa : tahu bisa cukup dengan mendengar dari pihak ketiga..). 
Well Vidia, tsk tsk, kamu memang suka meloncat2 ya kalau bercerita. 
Oik~ -_______-"

Masih ada bulan yang sekarang berwujud 3/4 sempurna, untuk kamu pandangi dan bercerita. Bahwa Allah memang baik menciptakannya, untuk membantu kamu melalui semua ini. Menyusun tonggak-tonggak masa depan. Jangan sedih karena tidak bisa memeluk O tapi hanya A, karena selalu ada jalan menuju Roma, selalu ada Jerman untuk yang mau berimpian, dan selalu ada skenario cantik happily ever after bagi yang mau berusaha untuk mengatakan YA. Amin.

Monday, September 5, 2011

Mulai gila,ckck..


Oke. sebut saya gila.
Setelah akhir2 ini berubah menjadi kalong, masa produktif di malam hari, dan tidur sepanjang matahari terbit. Untuk berpusing ria membuat suatu karya tulis yang baik. ya, itu bukan prosa maupun puisi, Vidia. Harus ada alur, begitu kata Bapak tercinta. Tidak bisa berloncat ria sesuka hati untuk dijelaskan dalam paragraf berputar hanya demi kata-kata yang indah. Oh Tuhan..

Dan, pelarian saya adalah : menonton!
untuk berteriak - teriak labil saat menemukan paras rupawan. Freak,eh? Haha.

Pertama, saya digilai sosok pemimpin ideal :
Seorang Richard Dick Winters, yang asalnya Letnan menjadi Mayor, memimpin pleton kemudian batalyon.
Damian Lewis,kk~ >.<
Jadi teringat, pertama kali saya mengenal serial Band of Brothers, ialah waktu ospek himpunan saya. Untuk membuat resensi,yang akhirnya saya cuma copas punya temen. Karena waktu itu, saya males liat orang kepotong2 kena granat. Tapi, setelah diliat2, bagus kok filmnya.. Ada nilai yang lebih dibalik semua adegan kejam dan menyedihkan. he3.
Dan, dikata udah Om2 juga, seorang British kelahiran 11 Februari 1971 ini Mang, aheheu.. :p









Bukan.. saya bukan tergila-gila sama sosok berseragam. Hanya saja, dia cocok sekali memakai kostum itu. Kyahahha. Dan kegilaan saya berlanjut dengan tidak sabar menunggu film terbarunya : Will~



Kedua, masih ingat August Rush? Sungguh, ini film terbagus abad ini yang pernah saya tonton. Cuma satu kata : memukau. Meski sedikit sedih, tapi bahwa akhir yang indah itu ada. Meski kita harus menunggu, begitu lama. :) *meski kata orang abnormal yang gakbisa romantis sedikit pun 'mimpi!terlalu indah jadi gak realistis filmny~' ah poor you oppa, demennya  berantem2 melulu sih! :p

Tokoh yang membuat saya mengerjap2 malu disini ialah Louis Conelly, diperankan lelaki Irlandia Jonathan Rhys Meyer, matanya BIRU, suaranya merdu.
Astaga.. :D




Na!ini scene favorit saya, indaaaaaaaah~ :)


Terakhir, entah kejedot apa saya untuk kesengsem sama makhluk satu ini, boyband Teen Top Korea bernama Chunji, ya ampun~ -______-

Saya rasa, saya mulai tertular virus,dem! Tapi liat pipinya, penuh men! LOL


Satu pinta saya pada Tuhan, sembuhkanlah saya pada kegilaan ini. Dan kembali menekuni karya tulis. Yayay!

Friday, September 2, 2011

Alien


Kurebahkan dia di kursi kayu, dengan sisa tenaga yang kupunya.
Dia, yg kini bernafas satu-satu. Matanya terpejam, sunyi.
Bentuknya sama denganku, begitu utuh. Meski parasnya tak kukenali, yg semakin lama mengingatkanku pada sesuatu namun ntah apa. Seperti biasa, aku lupa, itu mudah.
Tak ada luka dimanapun, sepanjang yang kulihat. Tapi, siapa yang tahu? Karena sepertinya dia begitu tersiksa. Begitu,.. kelelahan.

Kumatikan lampu, dan kutarik selimutnya rapat.
Tak ada lagi yg bisa kulakukan saat ini selain itu.

Dia berasal dari tempat asing dan jauh, dan dia butuh beristirahat.
Itu yang kukatakan pada Ayah & Ibu. Mereka hanya menatapku dan dirinya yang terpejam bergantian, prihatin.
Lalu hanya mengingatkanku untuk tak lupa mengunci pintu, dan pergi tidur.

Well, apalagi yang bisa kujelaskan?
Benar dia itu siapa pun aku tak tahu. Dia hanya datang tiba2, di depan sana, terengah-engah.
Mengagetkanku yang duduk nanar merangkai kata, berlatih membuat karya ilmiah dan bukan prosa. Dia bahkan mengganggu proses pembuatan kopi cangkir kelima milikku, yang kuseduh sepanjang malam.

Ah sudahlah,..
Kulirik lagi dia yang tak bergerak, statis. Mungkin esok hari, atau lusa nanti, dia akan terbangun, dan menguraikan berjuta definisi tentang dirinya.
Cukup untuk malam ini, aku masih punya banyak hal yang harus dikerjakan sebelum pagi.

Dan semoga, saat pagi datang orang asing itu masih disana. Tak pergi tiba2 sebagaimana dia datang. Tapi terjaga, dgn nafas yang panjang2, baik2 saja. Dan berbicara dengan bahasa yang kumengerti, bukan dari planet Krypton, maupun Pandora.
Semoga..
Tuesday, August 30, 2011

Jika baik & manis


"Oke, sudah sampai mana tadi kita?Hmm.."
"Eh, kalau kamu nanya gitu tuh emang bener nanya apa basa-basi sih?"

Kali pertama, saat saya belajar.
Bahwa tak ada yg selamanya, lagi, kamu menilai seseorang begitu tinggi.
Itu berlebihan, dan tidak baik.

Berkali2 seorang berkata,
— yep kamu bebas tertawa mencemooh atau menertawakan saya hei kamu disana yang bangga; atau satu lagi kamu, persetan! kalau kamu lagi berteriak geram 'Anjes, kayak Nabi aja sih dia, semua yang dikatain dianggap penting?'; Well, MASA BODOH —

Ya kalau itu baik untuk dia, tapi bagaimana denganmu?
Apa yang sebenarnya kamu rasakan sekarang? Apa yang kamu harapkan?

Yang selalu berhasil membuat saya bagai mesin luar angkasa yang rusak ditabrak meteor, memutar ulang rekaman usang*, yang hanya bisa membalikkan kata2 itu sengau : "Apa? A-P-A??!"

Ah lama sekali rasanya.
Yang semula kecil lalu menjadi besar menjulang. Yang semula hanya bisa meliuk menjadi bisa dipeluk. Yang semula berbisik parau menjadi selantang meteor.
Menjadi jagoan.
Tapi sebagaimana kita tahu, bahwa Bumi selalu berotasi juga berevolusi,.. dan sudah saya pelajari namun terlupa sekian lama (tentu saja Vidia, apa sih yang kamu ingat?
-_______-), bahwa tak ada yang begitu 'tinggi'.

Sesuatu yang berlebihan akan tumbuh ke atas menjadi pongah. Akan melesat jauh dan takkan bisa teraih. Yang lama2, mencekikmu.
Tanpa disadari, sedikitpun. Bahwa si pongah menjadi juaranya yang entah mengapa bisa membuat kamu bertahan, hingga detik ini.

Tak usah kau ulang tak ada yang selamanya, juga tak ada yang begitu 'tinggi'.

Biarlah disimpan rapi, dalam kotak2 basi. Mau kecil atau besar, suka2.
Untuk tersenyum saat berjumpa. Untuk buta saat teringat. Tak peduli saat tak mendengar. Dan hidup berbahagia.

Mungkin, ini saatnya. :)

"Kalau memang baik,dan manis. Dia akan datang lebih dahulu.. Segera..
Karena manis tak bisa menunggu, iya gak sih?"
[ROLEXBEAR di menit ke 51]

*Rekaman usang cuplikan sinetron :
Katakanlah, aku sudah gak punya apa2 lagi sekarang.
Apalagi yang kamu minta dari aku?
Saturday, August 20, 2011

Berhenti


katakan lah jejak terakhir,
atau kabar terakhir,
dengan alasan seakan hanya ada satu jalan untuk memberi kabar.
klasik!

kamu pasti bisa
melewati semua ini
ulangi sejuta kali

kamu
pasti
bisa

(diberikan oleh seseorang, tapi rasanya kata2 nya familiar, pernah saya temukan dimana ya? hem.)

"dijaga biar tetap jadi keluarga.."
"kalau mau narik omongan silahkan.."

OKE. >:D<
 

Blog Template by BloggerCandy.com