Wednesday, October 19, 2011

HEI!


Oke.
Sumpah. Saya benar2 kehabisan udara disana.
Karena, lagi2, saya tidak peka. Lagi2, terjadi, dan.. saya tidak tahu harus berbuat apa.

Saya, dan pilar.
Saya, dan Bumi.

Ibaratnya saya memiliki seorang kakak yang sangat saya sayangi.
Apapun, akan saya lakukan agar dia bahagia. Apapun, selama saya bisa. Apapun.
Itu pasti ketika akhirnya saya akan iri saat sang kakak memiliki seseorang.
Yang akan dia pedulikan daripada saya.

Tapi, saya tak pernah membayangkan.
Saya tidak akan pernah.
Karena, saya kehabisan udara.

Lagi? Saya akan kehilangan pilar saya lagi karena hal ini?
Persetan.

Well, saya tunggu dilamar aja. HAHAHA.
Tuesday, October 18, 2011

(Menangkap) HUJAN


Kasus 1:
X: "Dek, minta tolong kakaknya bangunin ya? Dia ada acara pagi ini, saya telepon gak diangkat-angkat.."
W: "Iya Bang. Kakaknya gakmau bangun. Malah marah-marah.."

Kasus 2:
Y: "Dek, kakaknya masih di rumah apa sudah pergi?"
W: "Gaktau Bang. Saya sudah berangkat sekolah, terakhir sih masih di rumah.."

Kasus 3:
A: "Wa'allaikumsalam. Katanya sudah lulus ya? Selamat ya.."
Z: "Iya Pak, terimakasih. Bapak sehat?"
A: "Yah, alhamdulillah. Gini-gini aja."
...
G: "Aduh bentar ya lama, lagi update soalnya. Rrr, bener marah ya?"
Z: "Nggak kok..Cuma merasa bodoh, karena membuat seseorang merasa bersalah.."
G: "Salah ngomong ya?"
Z: "Malah bagus, jujur.."
G: (Garuk-garuk..Ambil air. Berharap proses copy cepat selesai.)
...
G: "Jadi, kenapa harus merasa bodoh ya?"
Z: "Lha, kamu kenapa merasa bersalah?"
G: "..., ah gaktau.."
Z: "Kenapa gak berpikir kenapa merasa begitu sih?"
G: "..."
Z: "Dan..merasa bersalah sama siapa?"
G: "..., dua-duanya.."
Z: "..." (menatap jalanan, sunyi)

Kasus 4:
I: "Kak, denger lagunya deh. Pasti Kakak dianggep itu ya?Hihi.."



Moron. Pathetic. Idiot. Stubborn.
Mind your surrounding. Mind your surrounding. Mind your surrounding people.





♪ Take me out tonight
Oh take me anywhere, I don't care
I don't care, I don't care
Driving in your car
I never never want to go home
Because i haven't got one, da ..
Oh, i haven't got one ♪ 

[The Smiths: There Is A Light That Never Goes Out]
Saturday, October 15, 2011

Another Guy


Kyuhyun~


Kegilaan ketika melihat yang berkacamata hitam dan menghisap tembakau. 
Satu juta milyar SIAL!

Adu Ponco

Tumben-tumbennya, tak dinyana hari ini ramai.
Meski layaknya adu ponco, berlindung di balik hujan deras.
Dengan alasan takut basah mungkin,
karena sudah berdandan rapi untuk hadir pada pesta.

Meski sensasinya, jauh lebih signifikan jika menantang badai.
Tapi, apalah yang bisa dilakukan, jika proses salon memakan waktu yang begitu lama.
Dan tidak sebanding jika harus diluluhlantakkan sekali hujan?

Katakanlah, aku sudah siap berbasah ria. Ketika Tuhan berkata hari ini tidak hujan.
Lalu ketika hujan deras berkata dia siap datang, aku sudah terlanjur siap berdandan.
Dan ketika aku kembali siap menantangnya, hanya ada terik. Nihil.
Bagai orang bodoh yang berputar dalam sebuah labirin bukan. Ha!

Bagaimanapun, sekarang aku siap.
Menunggu hujan deras.

Fernando, karena bukan brewokan. Tapi karena dia panas.
Bermelankolia tak jelas. Bisanya menyanyi, tapi tampilannya syahdu layaknya bunga mawar.

Lebih dari sekedar bodoh memang, karena berkali-kali.
Berkali-kali yang kupikir akan kau bantu menjadi tidak sama sekali.
Janji hanyalah janji, mungkin. Karena kau biarkan dulu aku terperosok lalu baru kau bantu keluar.
Tak lebih baik dari super duper bodoh bagi yang menjadi pengamat, yang reaktif.
Bahkan, syahadat sehabis 3x absen memenuhi panggilan sakral pun bagimu hanyalah angin.

Seorang teman berkata, inti permasalahannya ialah pada saling.
Yap, kamu benar. Saling memakai ponco, ya? Untuk beradu sarkas atau salakan?
Siap..salah? -_________-"

Maneh.. sama dia ada apa?
Gak ada apa-apa.. Justru itu masalahnya. Hehe..

 ♪ Yang ku inginkan..
Satu tujuan..
Sebuah kenyataan..
Bukan impian..
Bukan harapan..
Bukan alasan..
Satu kepastian..

Coba katakan..
Coba katakan..
Coba katakan..
Coba katakan.. ♪
 
[Maliq n d'Essentials: Coba Katakan]
Thursday, October 13, 2011

BLUE MOON



Patrick to Odile:  I wanted to give you what you want.  Instead, I gave you what I thought was right.  Blue moon.  Once in a blue moon.  It is only once that something wonderful or magical happens to you, if you hesitate to take it, you might miss it.  Don’t let those blue moon moments pass you by.


♪ La la la-la la la,
Sing a happy song.
La la la-la la la,
Smurf your whole day long.

La la la-la la la
Smurf along with me!
La la la-la la la
Simple as can be.

Next time you're feeling blue just let a smile begin,
Happy things will come to you... ♪


Dan, teringat Jacob Black..SIAL. -______-"

Hey, you smurfed with the wrong girl! LOL
Wednesday, October 12, 2011

Tanah Air Beta


Di hari-hari seperti ini yang obat terbaik hanyalah hujan-hujanan disertai memandang 'fool'-moon, saya seringkali membuka-buka milis. Apapun itu, entahkah hanya untuk mendengar kabar, tercengang-cengang memperhatikan orang-orang besar yang sudah lama mengarungi kehidupan. Yang penting diambil positifnya (teringat kata-kata seorang rekan yang saya segani meski lebih 'muda': Gak penting besar - kecilnya, yang penting itu semangatnya! *menepukkan kepalan tangan di dada).

Well, beberapa renungan bagi saya yang seharusnya sudah mulai lantang-luntung mencari pekerjaan untuk membangun negeri:

"Yg lebih penting adalah bukan 'tahu apa isi perut negeri' ini, dimana  pembantu dan sepatu saya juga sudah tahu. Yang lebih penting apa yg mau kita kontribusikan untuk memperbaiki negeri ini. Yang sederhana aja deh, apa Tuan ini mau bantu, membangun dan mengembangkan KOPERASI ***, dimana sebagian dari dana yg didapat nantinya akan digunakan untuk pengembangan (SDM) anggota aktif ***, menjadi manusia unggul yg nantinya mau menyisihkan sedikit tenaga dan pikirannya, bukan hanya untuk dirinya sendiri... Saya selalu benci dan marah dengan orang-orang seperti Tuan ini yg hanya bisa berkoar-koar dan menunjukan isi perut orang. Lha wong isi perut kita kan memang isinya gak ada karuan. Coba saja minta Tuan mengeluarkan isi perutnya, pasti sama deh dengan isi perut kita,bau dan mungkin menjijikan."

Sesuatu yang, membuat saya berpikir. Apakah saya juga termasuk orang yang senang berkoar-koar dan tidak cukup berkontribusi pada orang-orang di sekitar saya?

Atau lain halnya ketika topik mulai menjurus mengenai Maria Selena, si Putri Indonesia asal SBM ITB yang dikatakan sangat cantik jelita dan menjadi buah bibir mengalahkan Ayu Tingting. Obrolan menjadi geli bagi saya ketika bola tiba-tiba dilempar menjadi ajang perjodohan. Para alumni yang tergolong muda disodor-sodorkan bahkan dibully-bully agar berani meminang Sang Putri. Sebuah dialog unik:

xxx: "Ah malesnya cewe SBM itu 70% lebih merokok semua... dan snobbish.. yah wajar dengan SPP berkali2 lipat rekannya di jurusan2 reguler... "

yyy: "Kedengarannya seperti pepatah lama 'Karena tidak bisa menari dikatakan lantai berjungkit'. :-)"

zzz: "Waduh kalau kamu mundur biar angkatan dibawahnya saja yang maju.. saya kira sampai angkatan yang sudah ditingkat paling akhiiiiiiir sekali sekarang masih bisa maju tuh..."

xxx: "Tenang aja Pak, anak yang satu itu keren koq, tinggi, eks pecinta alam SMA, eks pejabat teras *****, cewe pasti klepek klepek.."

zzz: "Fisik (lahiriah) bukan jaminan...kalau masalah beginian urusannya hati sama niat. Hati kamu saya rasa okay......Cuma niat ini yang saya masih ragu."

Satu:
Apa saya termasuk orang yang 'karena tidak bisa menari dikatakan lantai berjungkit?
Dua:
Apa saya juga hanya memakai hati tapi tidak mengacu pada niat?

Dan, bagaimanapun para orang besar ini berseteru, tetapi tetap saja kekeuh selalu ditutup dengan peringatan untuk apa mereka tergabung dalam milis itu, baik secara 'Kebapakan' maupun 'Kekanakan', seperti halnya beberapa bait lagu yang kita sama-sama tahu..

♪ Indonesia tanah air beta.....
Pusaka abadi nan jaya...
Indonesia sejak dulu kala...
Selalu di puja-puja bangsa..
Disana..tempat lahir beta..
di buai dibesarkan bunda..
tempat berlindung dihari tuuua
sampai akhir menutup mata 

Ah. Semoga. Saya selalu diingatkan untuk menjadi dewasa. Tidak yang berego tinggi, yang individualistis, yang pengutuk diri sendiri. Semoga semua hal-hal baik yang Dia berikan pada saya tak pernah menjadi suatu yang sia-sia. Amin. Semangatlah hai Jobseeker baru! :D



Kuingin kau tersenyum kembali setelah apa yang kau alami
Hilangkan benci dalam hati, kuingin kau tertawa kembali
Karena ku ‘kan selalu di sini, saat kau tak mampu usir sepi
[Steven and The Coconut Treez: Tersenyum Lagi]
Tuesday, October 11, 2011

Sekoci

Jawabanmu sudah jelas,
yang sayangnya kau putar-putarkan sekenanya.
Untuk apa?

Sesuatu yang kandas, apabila lama dibiarkan akan menjadi karam.
Selanjutnya, ada pada tanganmu.
Entah mengambang bersama ikan paus,
atau mencari sekoci penyelamat.
Menuju daratan segera. Ya, segera.
Sebelum kau membusuk dipanggang mentari.
Atau menjadi hidangan makhluk penghuni lautan.

Bergegaslah bersama angin.
Yang lalu, biarlah berlalu.
Karena hanya kamu sendiri yang tersisa yang peduli.
Akan sesuatu yang dinamakan 'terakhir' itu.
Bahkan hingga detik ini pun, yang lain masih mementingkan yang lain.
RIDICULOUS!Ha!

Sebuah pesan untuk kapal yang karam :)

Monday, October 10, 2011

Esa Hilang Dua Terbilang

Mari kita lihat.
Apa yang bisa dilakukan, oleh seorang yang seringkali terlalu banyak berpikir.
Hingga akhirnya tak berbuat apa-apa.

Kemana sayapmu, yang dulu kau banggakan?
Kemana kebebasanmu, keberanianmu,
untuk mengatakan apa yang memang kau pikirkan?
Bukan sandiwara, bukan drama, bukan skenario. Titik.
Kamu adalah kamu.
Kamu yang sama ketika kamu bercermin.
Kamu yang sama ketika kamu tertawa. Ketika kau putar-putar rambutmu yang rapi.

Atau,
memang aku salah menilaimu, Kawan?

Hari ini. Benar akan kulihat.
Apapun yang kau pantulkan pada perairan, akan kuanggap itulah kamu.
Maupun bisu atau putusan, itulah kamu. K-A-M-U.

Bila hilang, akan ada yang terbilang.
Bila terbilang, maka semoga tak hilang.
Bila esa hilang, dua terbilang.
Itu ilmu pasti. Sepasti keyakinanku.

Sekedar memori,...


Membawaku ke duniamu,
Yang tak ada kata sendu,
Hanya satu yang aku mau,
Dan kau tahu
Bawalah ku ke duniamu,
Yang tak ada kata sendu,
Hanya satu yang aku mau,
Dan kau pasti tahu
[Letto : Du Du Rindu]
 

Blog Template by BloggerCandy.com