Saturday, December 31, 2011

Menerobos Gelap



The best revenge to a girl that steals your men is let her to have him, 
because a man that truly deserves you can never be stolen :D

[MM, 29/12/2011]


Thursday, December 29, 2011

Cukup?!


Ini ibaratnya seperti memiliki kepercayaan yang besar.. kecewa, ditinggikan.. lalu dikecewakan kembali yang amat sangat sehingga tak bersisa. Jika katakanlah kepercayaan itu berada pada sebuah balon, maka kini kempes begitu saja, teronggok di lantai, dan tak bisa diapa-apakan lagi. Sehingga mencapai kondisi mendengar kabar apa pun, dibohongi lagi pun, kamu hanya diam. No feeling no pain, karena kamu tahu.. dia tak pernah bisa dipercayai.

Kala itu saya gugur di medan perang, dan sok beraninya berdiri sendiri lalu menyalami komandan pasukan lawan sana.. dengan membesar-besarkan hati, juga menegak-negakkan kepala. Namun selayaknya harimau yang terluka, saya katakan bahwa tak akan pernah lagi saya mengusik wilayah Anda dengan satu syarat, satu koridor. Jangan menjanjikan apa-apa yang sebenarnya diketahui takkan terjadi. Karena bila diingkari, gue gatak.. Dapat dipastikan saya akan menyalak, dan mengirimkan sejuta teror pada wilayah Anda.

Bukankah itu mudah? Dan.. simpel? Karena tak perlu basa-basi pada saya, itu kebohongan. Mungkin Anda pantas shock, Anda bingung, Anda labil.. tapi tak perlu basa-basi, tak perlu, tak perlu.

Ah.. enyahlah! :D


Melodi



Boleh, kamu merasa malu. Merasa rendah. Saat barang antik yang kau simpan-simpan di lemari yang sangat tinggi, secara sengaja kau pecahkan dengan rencana.. untuk ketetapan.

Boleh, kamu merasa bersalah. Memasung dirimu sendiri. Saat balon udara yang kamu isi main-main rupanya bisa mengudara, namun kau tusuk dengan jarum besar secara sengaja. dan lagi-lagi, dengan rencana, untuk nanti-nanti.

Boleh, kamu merasa kecewa dan terpuruk. Saat menjadi orang tolol sedunia yang kali ini, kau sulam yang bocor dan terburai. Lalu kamu isi lagi, dan tidak menyangka kembali bisa mengudara, yang kemudian dengan ketidakpahaman sehingga menjadi sengaja pula, untuk kedua kalinya, kamu letuskan. Meski kali ini tidak dengan rencana.

Lantas, bolehkah.. bila kaca yang buram akibat embun, kau usap hati-hati. Agar masih bisa melihat keluar. Karena meski disana hujan badai, tapi indah. Setidaknya, masih ada samudera tak berujung yang masih bisa dipandangi dengan senyum. Dan sendumu berakhir sudah.. akan kerinduan pada sosok penikmat matahari terbenam yang ternyata hingga kini, masih belum kau ketahui rupanya. Karena matamu beradu pada punggung, yang belum kau temukan kesempatan untuk membalikkan wujudnya. :)

Mari, menari. Mari, bernyanyi.
Mari, menikmati laguku. Mari.

Seperti simulasi helikopter terbalik..
Tetap tenang, menyimpan nafas hati-hati. Membuka seat-belt, menekan tuas jendela darurat, membukanya.. lalu berenang bebas ke permukaan.. kemudian mengembangkan life-jacket. SURVIVE!!!

Wednesday, December 28, 2011

Touch The Air



Pernah suatu ketika saat membicarakan kepribadian manusia yang pada umumnya terbagi menjadi empat: merah, kuning, biru, dan putih.. seorang teman berkata bahwa saya memiliki warna seperti bunglon, memiliki 493 warna mungkin. Bahwa menjadi coklat pada kayu, hitam pada arang, juga berkelip warna-warni pada lampu disko.

Dahi saya mengernyit.. Maksud lo, gue gak punya kepribadian, gitu?

Positifnya, dia bilang.. saya bisa menjadi apa saja, siapa saja, dan dimana saja. Negatifnya, mungkin, ialah tak ada yang pernah tahu apa warna saya sesungguhnya. Karena bunglon tak berwarna. Teman saya kemudian berkata, mungkin bunglon harus hidup bersama bunglon. agar pada akhirnya, bunglon memiliki warna aslinya, warna bunglon.

Ah.. izin ketawa guling-guling, Kapten! ;p

Juga tentang hewan pengerat bergigi besar, tupai. Bahwa sepandai-pandainya tupai melompat, pasti pernah terjatuh. Memang tupai yang bodoh, senang melompat-lompat. bahwa meski maksud hati melompat hanya untuh memastikan dahan pohon besar, rindang, dan penuh kehidupan yang akhirnya.. dia temukan, itu sungguh kuat. Tak akan ada yang percaya, karena dia biasa melompat. Yang terjadi ialah.. si dahan pohon akan patah, merasa dibandingkan bahkan diremehkan. Kesimpulannya, tupai itu makhluk yang sangat bodoh karena masih saja iseng melompat-lompat. Atau mungkin sang pohon tidak cukup tangguh untuk mengerti, meminjam istilah teman saya.. bahwa tupai itu bukan tupai biasa.

Tupai itu tak cukup puas hanya dengan menemukan dahan yang tepat.. membuat sarang, mengumpulkan makanan, berteduh. Bahwa meski dia settle pada sebuah pohon, dia tak pernah lelah melompat. Dia selalu.. mencari tantangan, mencari sensasi. Tentang bagaimana suatu dahan bila diikat dnegan pita merah cantik, atau bagaimana bila satu dua ranting dia gigit-gigit hingga merasa yakin tak akan bercabang. Dia, bodoh.. bodoh tingkat tinggi.

Juga tentang dewasa. Untuk menghabiskan kemana hari libur yang hanya terjadi sekali setahun. Paham saya, bahwa terkadang menjadi kekanakan juga diperlukan agar bisa bertahan, Tak ada yang salah apabila kita secara tiba-tiba melewati jalan memutar yang lebih jauh dan lebih lama, untuk sekedar menikmati proses tenggelamnya matahari di ujung laut. Untuk membuat kita tetap waras. Toh, pada akhirnya kita juga akan tetap mencapai tempat tujuan semula bukan? So, why so serious? :))

Bukan, itu bukan lari.. tapi menikmati, tanpa melewatkan satu detil pun hal indah yang tampak. Hehe.

Are you okay?? Just be tough, mate. That's all i can say. :)
Percaya aja Tuhan udah ngatur jalannya. :) *peluuukkk*
Boleh aja sih ngeluarin emosi, tapi in the end, life goes on men! You liVe not for anyone but yourself.

Strong. Strong. Strong. I'm strong enough. I believe it.
and i promise to all of you guys, who cares about me.. My life WILL never end. Must keep on breathing, and touch the air~! :D

Monday, December 26, 2011

Super Filter



Bayangkan saja, tidak perlu dimengerti.

Bahkan di kala saya kembali membenci menyusuri lorong-lorong berbau pekat, juga membuat teriris saat membayangkan yang tidak-tidak, atau dalam diam-diam yang memikirkan andai saja dan sangat membutuhkan yang rupanya sudah lama mati lalu pura-pura kembai sekian lamanya.. bahwa buah tak pernah jatuh dari pohonnya, bahwa sama-sama memikirkan atau sekedar teringat sesuatu yang sama, yang datang tanpa rencana dan pergi tak terduga..

Kegagahan yang menyisa tinggal tulang-belulang juga hitam bersisik, stamina raksasa yang menyisakan nafas satu-satu, juga mata yang semula menyala bersisa menjadi penerawangan.. mengigau satu nama di pagi buta.. menjadi salah satu dari ribuan nama yang entah mengapa tersebutkan:

"Kak, --- gak ikut?"|
"Hah?! Siapa?.."|
"---"|
"Hie? ---?.."|
"Iya, gak ikut?"|
"..."|
"--- gak ikut?"|
"Nggak, sekarang lagi di luar pulau.."|
"Oh.."

Lagipula, sekarang yang strip tiga itu sudah gak sayang lagi sama kakak, 
sudah gak sayang lagi..

Haha.



♪ Oh, no...
I, I've been away too long. Now I just can't go on.
I've been away too... I, I've been away too long.
No, I can't be so strong. I've been away too... ♪ 

[George Baker: I've Been Away Too Long]
Saturday, December 24, 2011

Aduh!


Ini..apa ya namanya?

Tidak rela?Merasa dibohongi?Atau sekedar merasa dilecehkan?

Seperti ingin menghancurkan hidup seseorang, atau teman barunya.
Juga memori akannya.

Rumah kayu, perapian, tentang mengelilingi dunia.
Skip. Skip. Skip.

Seperti ingin terus bertanya kenapa.
Kenapa, berkata ingin melindungi, tapi juga terus menemani dia?
Terus merasa bahagia akan hal miris yang berada di baliknya?
Kenapa, bisa? Menutup mata untuk terus berada dalam zona nyamanmu?

Juga ribuan kenapa untuk diri sendiri.
Kenapa, kali ini. Kamu benci, untuk bangun dan berlari?
Kenapa, kali ini, kamu begitu lemah?

Mungkin iri, mungkin dengki, mungkin kecewa.
Mungkin masih tidak menerima. Mungkin. Seperti ingin mencabut urat tawa dari orang yang telah mencabut kepunyaanmu satu-satunya selamanya.
Mata dibalas mata. Gigi dibalas gigi. Kehilangan dibalas kehilangan.
Tapi, kapan kamu sadar. Bahwa yang merasa kehilangan hanya kamu sendiri, Vidia?


"Urang gak nyangka Ngil, kok maneh bisa kemakan?Urang pikir,maneh pintar"


Haha. Ikut ketawa aja deh..

Menunggu Jodoh



Ibaratnya sedang pelesiran sendiri di pinggir pantai lalu diberi kembang api satu juta warna oleh pemuda lokal yang ganteng luar biasa, mendapat kabar dari yang jauh itu.. sama melegakannya dengan merasa kamu masih diperhatikan di daerah yang belum terjamah. Ah, ini indah.

Seperti yang selalu saya mimpikan tentang situasi buruk atau kejar-mengejar. Entahkah itu berada dalam situasi gunung meletus, gempa bumi, dikejar dinosaurus, mafia, serigala mata menyala, harimau meraung, juga anjing besar. Saya pernah sekali mendapatkan mimpi digigit ular. Dua sekaligus, yang satu tipe ular sawah hijau kehitaman di bagian kanan, serta sejenis phyton kuning kecoklatan di bagian kiri. Yang menggigil dan gemetarnya masih saya rasakan ketika membuka mata. Yang ditafsirkan oleh para tetua dengan hal yang membuat saya memutarkan bola mata atau tersipu berpikir mungkin ada benarnya juga, grok..

Kala lalu saya memimpikan hal yang sama pada seseorang yang jauh. Yang pernah menyaksikan saya pada kondisi super memalukan. Yang maaf, memberikan saya treatment yang salah.. sentuhan. Bahwa itu akan membuat saya semakin menjadi dan tak bisa berhenti. Memalukan, hehe.

Juga tentang mengigau, kebiasaan yang tak pernah  hilang sejak jaman balita. Pernah pada suatu pagi, mungkin Mbak sepupu teman sekamar saya di Ibukota yang tidak terbiasa, terheran-heran mendapati saya bicara sendirian dalam tidur. Dan berkomentar aneh:

"Kamu kenapa Vid? Lagi berantem sama pacar ya? Udaaaah, cowok mah gak usah dipikirin. Nanti aja, kamu kan masih muda.."

Oowyeah Mbak, advicenya sangat mengena! :D

Menunggu, menunggu jodoh. Ah.

Istirahatlah..:) Maaf, ternyata cuma sekedar lilin, kembang api, atau mungkin korek murah.. Maaf gakbisa temani minum kopi.. Terimakasih untuk segalanya, putri bukit utara..
Friday, December 23, 2011

Bolos



Mungkin, ada hakikatnya juga jadwal keberangkatan saya ke pulau seribu cerita ditunda. Yang membuat saya memiliki kesempatan mendinginkan diri di Bandung. Karakanlah saya bukan pekerja yang baik, tapi demi alasan apapun, lebih baik saya disini, daripada disana dan terus berpikir untuk bunuh diri. Haha. Yang selain menjadi ajang menenangkan emosi jiwa, tentu, juga berujung pada aksi membolos beberapa hari.

Pertama, om-om bandel ini kembali turun bukan buatan. Pasalnya, rambutan satu kilo ditelan sendirian yang berakibat sangat buruk pada jantung. Oh my daddy, mengapa, di kala kau tahu ginjalmu tak lagi berfungsi, kau juga gagalkan fungsi jantungmu? Yang tahu sudah tak bisa berdiri juga berlari, masih saja kekeuh diam-diam jam setengah dua pagi menghilang ke tukang nasi goreng, dengan alasan mencari sebotol teh dingin. Entah apa lagi, jika yang ini juga pergi, entah apa lagi yang saya rasakan.

Kedua, tiba-tiba, saya kembali diingatkan akan tanggungjawab saya yang tertunda berbulan-bulan lamanya. Laporan. Yea, saya baru ingat, atau pura-pura lupa, untuk membuat tulisan tentang proses rekrutmen juga pengamanan kegiatan yang lalu. Awful memang. Maka saya bongkar dus berisi berkas lama, mencari-cari bon yang tercecer. Dan voila! Hingga dini hari ini, kurang dari 50% yang berhasil saya kerjakan. Payah!


Yang sebagian besar saya habiskan dengan duduk termenung, membuka-buka folder foto, membuka folder lagu, terdiam sontak saat menemukan helaian-helaian memori. Dan kembali, menyesap kopi dengan temannya.

Ah entah apa yang saya lakukan berhari-hari ini. Berkali saya kehilangan kendali diri., berteriak-teriak, bercucuran air mata. Tersadar, berhenti. Tapi proses yang rumit itu belum juga berakhir. Tak tahu apa lagi yang tersisa, tapi entahlah, saya hanya masih belum puas berteriak pada dunia, dan menganjing-anjingkan setan juga hal-hal buruk. Istighfar, mungkin.. dan semoga Allah masih mau memaafkan saya. Semoga..

Promise me..

Seperti samurai yang berlari..
Seperti Oni.. Seperti Shinsengumi..
Kepada tuan yang memberi kami arti.. Kami rela mati..
Namun kini.. Aku tak mengerti.. Bagaimana aku mengabdi?..
Mungkinkah Pergi.. berkelana ke penjuru negeri.. mencari tuan yang baru lagi..
Sambil menyimpan engkau dalam hati.. Sampai kami tak lagi bernadi..
Kami hanya dapat memberimu prasasti..
Yang membuatmu tetap berarti..
Walau aku tidak yakin engkau mengerti..
Tapi ini bakti.. Karena aku berjanji..


Sekali lagi saja, saya pastikan, kamu gak akan kenal saya lagi..
Janji sama gw, lo itu masih bisa menatap lurus ke depan..


Persetan dengan apa yang saya tumpahkan. Biar yang tak tahu menerka, berkata saya berlebihan. Biarkan. Mungkin benar saya terlalu berpikir rumit, namun percayalah.. hanya orang tolol, tak bermoral, dan tak beradab.. yang bisa dengan tenang melupakan bahkan menganggapnya sudah selesai begitu saja dalam sekejap mata. Lalu kembali menekuni hari dengan riang gembira, fuh!

Oom, minta kerja oom.. Daripada saya mati bunuh diri.. -__________-"


♪ I hope you know, I hope you know
That this has nothing to do with you
It's personal, myself and I
We've got some straightenin' out to do
And I'm gonna miss you like a child misses their blanket
But I've got to get a move on with my life
It's time to be a big girl now 
And big girls don't cry ♪

[Fergie: Big Girls Don't Cry]
 

Blog Template by BloggerCandy.com